Gadis 12 Tahun Diperkosa Beramai-ramai, Dibunuh, Dikremasi, Orangtuanya Disandera Selama 12 Hari

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 11 Februari 2021 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 18 2360381 gadis-12-tahun-diperkosa-beramai-ramai-dibunuh-dikremasi-orangtuanya-disandera-selama-12-hari-IP5WhSbJwC.jpg Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Shutterstock)

INDIA - Seorang gadis berusia 12 tahun diperkosa beramai-ramai, dibunuh dan dikremasi. Orangtua gadis ini dilaporkan disandera selama 12 hari di India.

Times of India mengatakan ayah gadis itu mengatakan dia dan istrinya disandera dan diancam untuk tidak berbicara dengan polisi setelah mereka kembali ke rumah dan menemukan anaknya penuh dengan darah.

Dia mengklaim menemukan putrinya terbaring penuh genangan darah dan membawanya ke pusat kesehatan primer setempat seorang dokter menyatakan dia meninggal.

Sang ayah mengatakan kepada polisi bahwa Sirayam dan yang lainnya kemudian menyandera dan mengkremasi jasadnya pada malam yang sama.

Dia mengatakan mereka mengancamnya dengan "konsekuensi yang mengerikan" jika dia mencoba melarikan diri dan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

(Baca juga: Pakar Penyakit Menular: Manusia Rusak Habitat Alam, Covid-19 Tidak Akan Hilang 6 Tahun ke Depan)

Dia mengatakan mereka meninggalkan rumah di Kundwa Chainpur di Champaran Timur, Bihar, pada 2 Februari lalu sebelum kembali dengan kerabat dari negara asalnya Nepal keesokan harinya.

Keluarga ini memberi tahu polisi jika mereka telah menyewa kamar dari Siyaram Sah selama tujuh tahun.

Pemilik rumah tersebut, Sirayam dan putranya Vinay Sah telah ditangkap dan disebutkan sebagai salah satu tersangka utama dalam kasus tersebut.

Putrinya diduga diperkosa beramai-ramai dan dibunuh oleh Vinay dan tiga orang lainnya saat ditinggal sendirian di kamar.

(Baca juga: Bunuh Penerbit Buku Ateisme, 8 Militan Divonis Mati)

Terkait kasus ini, petugas polisi senior Sanjiv Kumar Ranjan dikenai saksi skorsing setelah video yang diduga membantu menutupi kejahatan mengerikan pada 21 Januari itu, viral.

Sebuah video yang belum diverifikasi, Station House Officer Ranjan diduga mengatakan kepada terdakwa untuk memastikan jika orang tua korban tidak menyebutkan hal-hal "itu" dalam pengaduan. Mereka juga mengancam jika keluarga itu tidak akan mengadukan hal itu, atau akan timbul masalah baru.

Dia di-skors dengan tuduhan melalaikan tugas dan membantu tersangka melakukan kejahatan.

Inspektur Senior (SP) East Champaran Navin Chandra Jha meluncurkan tim investigasi khusus atas tuduhan terhadap Kepala Polisi Kundwa Chainpur pada Minggu (14/2).

Dia mengatakan Ranjan telah di-skors dengan tuduhan melalaikan tugas dan membantu tersangka melakukan kejahatan.

SP Jha menambahkan ada bukti prima facie terhadap Ranjan yang dituduh bekerjasama dengan para pelaku.

Ranjan dituduh tidak mengajukan laporan kejahatan atau memberitahu atasannya ketika diberitahu tentang kejahatan tersebut.

Namun sebaliknya. Dia malah mengizinkan terdakwa untuk membuang tubuh korban di lapangan terbuka.

SP Jha menambahkan ruang sewa yang terkunci telah dibuka untuk penyelidik. Ahli forensik dijadwalkan akan mengunjungi tempat itu dan tempat kremasi pada Senin (15/2).

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini