4 Anggota Klub Moge HOG Pengeroyok Prajurit TNI Divonis 8 Bulan Penjara

Wahyu Sikumbang, iNews · Rabu 17 Februari 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 340 2363756 4-anggota-klub-moge-hog-pengeroyok-prajurit-tni-divonis-8-bulan-penjara-CmZkXW41Ft.jpg 4 pelaku penganiayaan divonis 8 bulan penjara. (Foto: Wahyudi)

BUKITTINGGI - Empat orang anggota rombongan klub motor gede (Moge) Harley Owner Group (HOG), yang menjadi terdakwa kasus pengeroyokan terhadap prajurit TNI AD yang bertugas sebagai intelejen Kodim 0304/ Agam di Bukittinggi, Sumatera Barat, divonis 8 bulan penjara.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bukittinggi, Rabu 17 Februari 2021 secara virtual dengan majelis hakim Meri Yenti, sebagai ketua majelis, dan hakim anggota Rinaldi, dan Melky Salahudin.

Empat terdakwa masing-masing Michael Simon alias MS (49), R Heryanto Sudarmadi alias Ade (48), Jhavier Al Havis Daffa alias Daffa (26), dan Teteng Rustandi alias Teteng (33), mengikuti sidang secara daring dan berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas IIA Bukittinggi.

Baca juga: Kesal Sering Dibohongi, Pemuda Pukuli Pacarnya

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Zulhelda, SH dan Syahreini Agustin, SH menuntut para terdakwa 1 tahun penjara karena diduga melanggar Pasal 170 Ayat 2 ke-1 e junto 351 juncto 56 serta ditambah Pasal 55 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Menanggapi vonis ini, kuasa hukum para terdakwa, Aldis Sandika, menyatakan pikir-pikir.

Baca juga: Dandim Apresiasi Emak-Emak yang Coba Lerai Pengendara Moge Keroyok Prajurit TNI

Menurut Aldis, keempat terdakwa ditahan di lapas sejak Jumat (29/1) pekan lalu dengan status tahanan titipan hakim dan telah menjalani tahanan, termasuk di rutan Polres Bukittinggi selama lebih kurang 3,5 bulan.

Keempat terdakwa merupakan anggota rombongan moge Harley Owners Group (HOG) Siliwiangi Bandung Chapter (SBC) yang terlibat kasus penganiayaan terhadap prajurit TNI AD. 

Kasus penganiayaan terhadap prajurit TNI AD ini, Polres Bukittinggi menetapkan lima orang tersangka, salah satunya berinisial BS (16). BS divonis 3,5 bulan penjara oleh majelis hakim.

Putusan tersebut jauh lebih ringan dari ancaman hukuman 7 tahun penjara, sesuai Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan, karena terdakwa masih anak-anak. 

Penganiayaan terhadap dua anggota TNI D yang bertugas sebagai intelejen Kodim 0304 Agam, terjadi di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, pada Jumat (30/10/2020) sekitar pukul 16.20 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini