BMKG: Hujan Es di Yogya & Kaltim Fenomena Alamiah saat Cuaca Ekstrem

Fikri Kurniawan, Sindonews · Kamis 04 Maret 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 340 2372091 bmkg-hujan-es-di-yogya-kaltim-fenomena-alamiah-saat-cuaca-ekstrem-kSyTDnqntP.jpg Ilustrasi hujan es (Foto: The RilGist)

JAKARTA - Media sosial (Medsos) dihebohkan dengan fenomena hujan es yang terjadi di Yogyakarta dan Kalimantan Timur pada beberapa waktu lalu. Dari video dan foto yang beredar, tampak jelas potongan es kecil jatuh dari langit.

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Djatmiko menjelaskan bahwa hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi saat cuaca ekstrem.

Baca juga: Hujan Lebat di Kawasan Tugu Yogyakarta Disertai Butiran Es Sebesar Kelereng

Fenomena hujan es kerap disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat. Kejadian seperti ini lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Baca juga: Hujan Es Sebesar Kelereng Hebohkan Warga Sleman

"Dapat dimungkinkan terjadi pada musim hujan dengan kondisi cuaca sama seperti masa transisi atau pancaroba," kata Hary kepada MNC Portal, Kamis (4/3/2021).

Fenomena hujan es sendiri disebabkan oleh adanya awan cumulonimbus (CB) yang mengandung tiga macam partikel seperti butir air, butir air super dingin, dan partikel es. Artinya, hujan lebat yang masih berupa partikel padat seperti es dapat terjadi, tergantung dari pembentukan dan pertumbuhan CB tersebut.

"Biasanya awan berbentuk berlapis-lapis dan seperti bunga kol di antara awan tersebut, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang akan cepat berubah warna menjadi hitam," tambahnya.

Fenomena hujan es kerap terjadi sangat lokal, dengan luasan berkisar 5-10 km. Selain itu, hujan es biasa terjadi dalam waktu singkat atau kurang dari 10 menit. Kejadiannya pun lebih sering terjadi antara siang dan sore hari.

Hary menjelaskan, fenomena hujan es tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi setengah sampai satu jam sebelum kejadian dengan tingkat akurasi kurang dari 50%.

Dia menambahkan bahwa karakter hujan es hanya berasal dari awan CB. Meski demikian, lanjut dia, tidak semua awan CB akan menimbulkan hujan es.

"Dan kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dan dalam waktu yang singkat," tuturnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini