Bukti Baru Ditemukan, Pakar Dorong Pencarian Malaysia Airlines MH370 Dilanjutkan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Maret 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 18 2374752 bukti-baru-ditemukan-pakar-dorong-pencarian-malaysia-airlines-mh370-dilanjutkan-87yZzfDqVY.jpg Foto: Reuters.

LONDON – Seorang pakar di balik pencarian besar-besaran pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014 mengatakan setuju bahwa pencarian baru untuk jet Boeing 777-ER itu harus kembali diluncurkan. Peter Foley mengatakan bahwa ada kemungkinan area pencarian baru yang diidentifikasi oleh ahli kelautan dan penerbangan.

"Jalur besar belum ditelusuri sepenuhnya," kata Foley kepada The Times, menambahkan bahwa dasar laut seluas 70 mil laut di kedua sisi area target asli harus dieksplorasi di bawah penyelidikan baru.

BACA JUGA: Hampir 5 Tahun Hilang, Pesawat MH370 Malaysia Airlines Diduga Jatuh Dekat Madagaskar

Menurut data drift laut dan analisis jalur penerbangan yang direvisi, pesawat yang hilang itu mungkin telah jatuh sekira 1.200 mil di sebelah barat Cape Leeuwin, Australia Barat, sebuah wilayah yang dikenal dengan ngarai dasar laut yang dalam dan pegunungan bawah laut.

Dorongan untuk pencarian baru MH370 tersebut muncul setelah analisis puing-puing Boeing 777 yang ditemukan pada Agustus selesai, demikian diwartakan Sputnik.

Menurut data, kerusakan sayap menunjukkan bahwa sayap itu robek dalam "tukikan maut" yang tidak terkendali. Ini bertentangan dengan teori sebelumnya yang mengklaim bahwa pilot melakukan luncuran terkendali untuk memastikan jet akan tenggelam.

Puing dari pesawat yang menghilang telah ditemukan di Mauritius, Madagaskar, Tanzania dan Afrika Selatan.

BACA JUGA: Najib Razak: Malaysia Tak Mengesampingkan Kemungkinan Bunuh Diri Pilot dalam Insiden MH370

Hilangnya Malaysia Airlines MH370 tujuh tahun lalu menjadi salah satu misteri kecelakaan penerbangan dan memicu berbagai teori konspirasi. Beberapa percaya pesawat itu ditembak jatuh, beberapa menduga MH370 dibajak dan diterbangkan ke beberapa pangkalan rahasia di Kazakhstan, sementara yang lain mengklaim pesawat tersebut jatuh di hutan Kamboja.

Pada 8 Maret 2014 penerbangan MH370 yang naas menghilang dari radar 38 menit setelah lepas landas, dan terakhir terdeteksi di Laut Cina Selatan. Satu jam kemudian, pesawat itu terlihat oleh radar militer, menyimpang dari rute yang direncanakan melintasi Semenanjung Malaya dan Laut Andaman. Semua 227 penumpang dan 12 awak diperkirakan tewas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini