Keluarga Serda Pandu Gelar Doa & Tahlil, Ayah: Tak Ada Firasat Apapun

Antara, · Senin 26 April 2021 04:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 519 2400638 keluarga-serda-pandu-gelar-doa-tahlil-ayah-tak-ada-firasat-apapun-KAbYNDOjTq.jpeg Keluarga Serda Pandu menggelar doa dan tahlil. (Foto: Antara)

BANYUWANGI - Keluarga Serda Ede Pandu Yudha Kusuma awak KRI Nanggala 402, di Perumahan Flamboyan, Kecamatan Soboh, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam (25/4), menggelar doa bersama dan tahlil yang diikuti warga setempat. 

Doa bersama dan tahlil digelar, setelah Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan laut utara Bali, dan sebanyak 53 awak kapal dinyatakan telah gugur. 

Rumah kedua orang tua Serda Pandu, juga tampak silih berganti didatangi sanak keluarga dan warga setempat, untuk mengucapkan bela sungkawa.

Baca juga: Tak Henti Menangis, Istri Mayor Laut Eko Firmanto: Mohon Doanya

Pandu (sapaannya), merupakan putra pertama dua bersaudara dari pasangan suami istri Wahyudi dan Sri Endah Lestari.  Serda Pandu juga belum genap dua bulan menikah dengan Mega Dian Pratiwi (23). 

“Sejauh ini tidak ada firasat apapun, mimpi apapun juga tidak. Bahkan, pada Minggu (18/4) saya masih sempat video call. Selama ini Pandu ketika hendak layar (tugas di kapal selam) selalu pamit dan izin menelefon kepada ibunya," kata Wahyudi, ayah Serda Pandu. 

Baca juga: 53 Awak KRI Nanggala 402 Gugur, Wapres: Mereka Putra-Putra Terbaik Bangsa

Serda Pandu gugur dalam tugas bersama 52 prajurit lainnya (kru KRI Nanggala-402), saat melaksanakan pelatihan militer di perairan laut bagian utara Bali.

Semula, pada Rabu (21/4) menjelang subuh, KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak, sesaat setelah kapal selam buatan Jerman, itu, meminta izin menyelam dan melakukan penembakan torpedo. 

Pada hari ini, Minggu (25/4) atau hari kelima tenggelamnya KRI Nanggala-402, setelah dilaksanakan operasi SAR di sekitar titik lokasi tenggelamnya kapal selam milik TNI AL itu, ditemukan pecah dan terbelah menjadi tiga bagian.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini