Sakit Hati Ditinggal Nikah, Picu Nani Apriliani Ingin Habisi Nyawa Aiptu Tomi

Suharjono, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 510 2404863 sakit-hati-ditinggal-nikah-picu-nani-apriliani-ingin-habisi-nyawa-aiptu-tomi-UpM368cJxt.jpg Foto: Antara

BANTUL – Nani Apriliani (25)perempuan cantik karyawan salon kecantikan memilih aksi nekat mengirim takjil maut yang salah sasaran dengan racun sianida hingga menewaskan Naba Faiz Prasetyo bocah berusia 10 tahun warga Salakan, Bangunharjo, Sewon Bantul.

(Baca juga: Ini Wajah Nani Apriliani, Perempuan Cantik Pengirim Takjil Sianida ke Aiptu Tomi)

Aksi nekat ini dilakukan lantaran kecewa dengan pacarnya, Aiptu Tomi, penyidik senior di Mapolresta Yogyakarta yang memilih nikah dengan perempuan lain.

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria mengatakan, Setelah dilakukan penyelidikan atas meninggalnya Naba, akhirnya mengerucut pada Na yang juga warga majalengka Jawa Barat . Kepada petugas perempuan muda ini sakit hati lantaran ditinggal nikah oleh pria yang dicintainya.

"Jadi motifnya asmara, kecewa ditinggal To, sang pacar yang memilih nikah dengan perempuan lain," terangnya kepada wartawan di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

(Baca juga: Dendam Asmara, Motif Perempuan Cantik Pengirim Takjil Bersianida untuk Aiptu Tomi)

Dijelaskannya, lantaran sakit hati inilah, dia kemudian cerita kisahnya kepada sahabatnya. Kemudian muncul ide untuk meracuni pujaan hatinya tersebut dengan makanan yang diberikan racun. "Akhirnya dipilih bumbu sate yang diberikan KCN atau kalium sianida yang dibeli melalui toko online," ulasnya.

Untuk menghilangkan jejak, akhirnya disarankan temannya menggunakan ojek online, namun tanpa aplikasi. kemudian pelaku mengirimkan paket tersebut melalui Bandiman yang sedang berada di Masjid Jalan Gayam Yogyakarta.

Namun sayang rencana Na gagal total lantaran paket ditolak penerima. justru anak Ojol yang menjadi korban karena paket takjil beracun tersebut dibawa pulang dan menyebabkan anak kedua Bandiman Naba Faiz Prasetyo meninggal dunia.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76c Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini