Hubungan Semakin Tegang, China Disarankan Mengebom ke Australia

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 11 Mei 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 18 2409009 hubungan-semakin-tegang-china-disarankan-mengebom-ke-australia-Qx28pODxq5.jpg Rudal jarak jauh China, Dongfeng-41 yang diperkirakan mampu mencapai Australia. (Foto: ist.)

CANBERRA - Editor sebuah surat kabar China yang dianggap sebagai corong Partai Komunis mengatakan Beijing harus mempertimbangkan "serangan jarak jauh" yang diarahkan ke Australia.

Pemimpin redaksi surat kabar Global Times yang pro-Komunis, Hu Xijin, membuat komentar luar biasa dalam sebuah editorial yang menasihati Beijing bagaimana seharusnya bereaksi seandainya Australia bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam melindungi Taiwan yang demokratis dari invasi.

BACA JUGA: Dikecam Australia Soal Gambar Pembunuhan Anak Afghanistan, China Tolak Minta Maaf

"Australia harus tahu bencana apa yang akan ditimbulkannya bagi negara mereka," katanya dalam artikel yang diterbitkan Jumat (7/5/2021) malam.

Beijing telah lama bersikeras bahwa Taiwan harus bersatu dengan Republik Rakyat, baik karena pilihan atau paksaan.

AS tidak berkewajiban untuk membela Taiwan, meskipun kebijakan "ambiguitas strategis" atas Taiwan berarti ia berhak melakukannya. Jika AS melakukan intervensi, kemungkinan besar Australia akan dipanggil untuk membantu dalam beberapa cara.

Menulis di Global Times, Hu mengatakan bahwa Australia “yang bermusuhan” tengah mengisyaratkan akan membantu AS jika konflik militer terjadi di Selat Taiwan.

"Saya menyarankan China membuat rencana untuk memberlakukan hukuman pembalasan terhadap Australia setelah secara militer mencampuri situasi lintas-Selat," katanya sebagaimana dilansir news.com.au.

BACA JUGA: Khawatir Ditangkap, Dua Jurnalis Australia Dievakuasi dari China

"Rencana tersebut harus mencakup serangan jarak jauh di fasilitas militer dan fasilitas utama yang relevan di tanah Australia jika benar-benar mengirimkan pasukannya ke daerah lepas pantai China dan berperang melawan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)."

Hu menulis bahwa China menyukai perdamaian dan tidak akan mengambil inisiatif serangan terhadap Australia. Namun, dia mengingatkan bahwa Australia “harus berpikiran jernih”.

"Jika mereka cukup berani untuk berkoordinasi dengan AS untuk campur tangan secara militer dalam masalah Taiwan dan mengirim pasukan ke Selat Taiwan untuk berperang dengan PLA, mereka harus tahu bencana apa yang akan mereka timbulkan ke negara mereka."

Editorial The Global Times tidak selalu diangkat oleh kepemimpinan Partai Komunis tetapi kemungkinan besar tidak akan diterbitkan tanpa restu Beijing.

Hubungan Australia dengan China semakin memburuk pekan lalu setelah Beijing mengumumkan "penangguhan tanpa batas" semua kegiatan di bawah Dialog Ekonomi Strategis China-Australia.

Penangguhan itu ditafsirkan sebagai reaksi terhadap pemerintah federal Australia yang membatalkan kesepakatan yang ditandatangani Negara Bagian Victoria dengan Beijing untuk memainkan peran dalam inisiatif Sabuk dan Jalan andalan China.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini