Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang Yanti Nasution, Cerita Malam Jahanam di Teuku Umar 40

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 18 Juni 2021 |23:19 WIB
Mengenang Yanti Nasution, Cerita Malam Jahanam di Teuku Umar 40
Keluarga Jenderal (Purn) AH Nasution (Foto: Ist/Adil Kesuma keluarga Jendral (Purn) AH Nasution)
A
A
A

Setelah membantu menyelamatkan Jenderal Nasution, Sunarti kembali berkumpul dengan nenek, tante Mardiah, Ade Irma, dan Yanti. Tak lama, Sunarti bergerak keluar sambil menggendong Ade Irma yang sudah berlumuran darah. Sunarti menemui pasukan Tjakrabirawa. "Kalian disini cuma bunuh anak saya," ucap Sunarti ditirukan Yanti.

"Pak Nasution sudah dua hari tidak di rumah," sambungnya.

Kemudian, satu-per satu pasukan Tjakrabirawa menjauh dari pekarangan rumah Jenderal Nasution. Namun, kejadian tak terduga terjadi. Ajudan Jenderal Nasution, Kapten Pierre Tendean yang berada di ruang belakang, melangkah kedepan.

Kapten Pierre Tendean terlihat mendatangi para Tjakrabirawa. Tiba-tiba terdengar suara teriakan 'Nasution, Nasution'. "Saya dengar suara-suara itu ya. Terus mereka pergi, Om Pierre kan sudah dibawa ya," ucap Yanti.

Setelah membawa Kapten Pierre Tendean, pasukan Tjakrabirawa pergi. Memperhatikan kondisi sekitar mulai nampak aman, Sunarti pun keluar rumah untuk menyelamatkan Ade Irma Suryani yang terluka terkena tembakan.

Sunarti dengan dibantu adiknya yang kebetulan juga berada di rumah tersebut keluar membawa Ade Irma Suryani. Mereka hendak menuju ke RSPAD Gatot Subroto. Sementara Yanti, ditinggal di rumah bersama nenek dan tantenya.

"Mamah harus cari bantuan, kamu tinggal dirumah saja sama nenek kamu, sama tante kamu," ujar Yanti yang tak kuasa menahan saat menirukan ucapan ibunya.

Matahari mulai menampakkan sinarnya. Gelap berubah lambat laun menjadi terang. Tepat pukul 07.30 WIB, akhirnya datang bantuan. Yanti beserta yang ada di rumah tersebut dibawa ke RSPAD, Gatot Subroto.

"Baru setengah 8 saya dijemput, dibawa ke RSPAD. Terus saya melihat adik saya disitu, terus dia masih sempat bilang sama saya 'Kaka jangan menangis,' dia bilang," ucap Yanti kembali menahan haru.

"Setelah itu dia bilang sama ibu saya 'Kenapa ayah ditembak?' Jadi, ya itulah yang berat buat saya sampai sekarang. Saya lihat peristiwa itu semua, maaf ya saya enggak menahan emosi karena terharu, karena itu satu peristiwa yang enggak gampang," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement