Miliarder Najib Mikati Ditunjuk Sebagai PM Baru Lebanon

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 18 2446543 miliarder-najib-mikati-ditunjuk-sebagai-pm-baru-lebanon-taBl7tE3EQ.JPG Miliarder Lebanon Najib Mikati. (Foto: Reuters)

BEIRUT – Miliarder Lebanon Najib Mikati pada Senin (26/7/2021) mendapatkan dukungan dari kelompok Hizbullah dan Amal untuk membentuk pemerintahan dan menjadi perdana menteri (PM) negara itu. Mikati diangkat menjadi PM oleh Presiden Michel Aoun setelah memperoleh mayoritas 72 dari 118 anggota parlemen.

"Saya tidak memiliki tongkat ajaib dan tidak dapat melakukan keajaiban... tetapi saya telah mempelajari situasi untuk sementara waktu dan memiliki jaminan internasional," kata Mikati setelah pemungutan suara. 

BACA JUGA: Bank Dunia: Krisis Lebanon Adalah yang Terburuk di Dunia Sejak 1850-an

Mikati telah berjanji untuk menerapkan rencana Prancis yang melibatkan pembentukan pemerintah spesialis untuk mendorong reformasi yang cukup untuk menarik bantuan asing dan meringankan penderitaan ekonomi negara. Mikati sekarang perlu membentuk kabinet dari faksi-faksi politik yang berselisih di negara itu.

Sang miliarder sebelumnya pernah menjabat sebagai PM Lebanon untuk periode singkat pada 2005, dan kembali menjabat dari 2011 hingga 2013.

BACA JUGA: Dilaporkan Hilang, Pengkritik Hizbullah Ditemukan Tewas Dalam Mobilnya

Pada 2019, tuduhan korupsi diajukan terhadapnya, dengan tuduhan mendapatkan keuntungan gelap dari skema pinjaman perumahan bersubsidi. Mikati membantah melakukan kesalahan dan mengatakan tuduhan itu bermotif politik.

Tuduhan itu dibatalkan pada Mei 2021 ketika jaksa penuntut umum yang mengawasi dakwaan dicopot dari jabatannya, sebuah keputusan yang oleh Komisi Ahli Hukum Internasional disebut sebagai “serangan” terhadap peradilan.

Ditunjuknya Mikati sebagai PM terjadi di tengah berbulan-bulan kebuntuan politik di Lebanon. Pekan lalu, PM Saad Hariri menyerah dalam upayanya membentuk pemerintahan setelah delapan bulan bernegosiasi.

Lebanon menderita krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990 dengan kondisi ekonomi yang melumpuhkan, ketidakpercayaan publik pada para pemimpin politik, dan penurunan nilai pound Lebanon.

Hariri sendiri telah ditugaskan untuk membentuk pemerintahan pada 22 Oktober 2020, setelah pengunduran diri pendahulunya Hassan Diab pada 10 Agustus menyusul ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut. Banyak orang di Lebanon menyalahkan ledakan itu pada kelalaian pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini