Mengaku Mencari Pacar, Seorang Pria Mengamuk Hancurkan 8 Mobil

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 05 Agustus 2021 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 18 2451267 mengaku-mencari-pacar-seorang-pria-mengamuk-hancurkan-8-mobil-OAlkZaWcUz.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MOSKOW - Seorang pria telah didakwa dengan kerusakan properti setelah menghancurkan delapan mobil yang diparkir di sebuah halaman di Moskow, Rusia. Kepada seorang saksi, pria itu mengatakan bahwa dia sedang mencari pacarnya yang katanya disembunyikan di salah satu bagasi kendaraan.

Penduduk setempat terbangun oleh suara keras dari jendela mobil yang pecah pada Rabu (4/8/2021) ketika pria itu, seorang penduduk wilayah Belgorod berusia 30 tahun, mengamuk merusak kendaraan mereka.

BACA JUGA: 17 Tamu Pesta Pernikahan Tewas Tersambar Petir 

Rekaman amatir dari insiden itu menunjukkan pria itu menggunakan berbagai alat 'penghancur', ulai dari batu hingga kemudian palu.

Mendengar suara itu, seorang pemilik kendaraan dilaporkan berlari keluar untuk menghadapi pria itu, menanyakan mengapa dia melakukan apa yang dia lakukan dan apakah dia menyadari bahwa dia dapat menghadapi hukuman penjara karena hooliganisme dan kerusakan properti.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Global Tembus 200 Juta, Indonesia Salah Satu Penyumbang Kasus Harian Terbanyak

Pria itu mengatakan kepadanya bahwa dia “mencari pacarnya”, namun, tidak ada wanita yang ditemukan di bagasi mobil-mobil tersebut setelah dilakukan pencarian. Warga kemudian menelepon polisi, dan menahan pria itu sampai mereka tiba.

Total delapan mobil rusak total, menurut pernyataan pemiliknya kepada polisi. 

Diwartakan Sputnik, ini setidaknya merupakan kali kedua tersangka tertangkap sedang menghancurkan mobil. Awal musim panas ini, dia dilaporkan menghancurkan setidaknya sebuah mobil di luar sebuah toko. Pemilik kendaraan menulis pengaduan pidana terhadapnya kepada pihak berwenang.

Penghancuran properti yang disengaja dapat dihukum di Rusia dengan denda hingga 40.000 rubel (sekira Rp7,8 juta), pemotongan gaji hingga tiga bulan, layanan masyarakat wajib hingga 360 jam, kerja korektif untuk jangka waktu hingga satu tahun, atau penjara paling lama dua tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini