Saling Ejek 'Kutang Bergabus', Siswi SMP Bukittinggi Dikeroyok 5 Teman

Wahyu Sikumbang, iNews · Jum'at 06 Agustus 2021 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 340 2451671 saling-ejek-kutang-bergabus-siswi-smp-bukittinggi-dikeroyok-5-teman-gKSxxN6IWg.jpeg Foto: Tangkapan layar video viral.

BUKITTINGGI - Seorang pelajar SMP di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi korban pengeroyokan lima temannya. Penyebab aksi perundungan alias bullying itu karena saling ejek di aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) soal "kutang bergabus". Kasus ini viral setelah video aksi kekerasan tersebar luas di media sosial.

Korban berinisial NC (13) bersama kedua orang tuanya akhirnya melapor ke Polres Bukittinggi. Kini, kasus pengeroyokan tersebut sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bukittinggi. 

Petugas melakukan penyelidikan, untuk mengungkap kasus pengeroyokan yang videonya viral di media sosial. 

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Allan Budi Kusumah Katinusa, melalui Kanit Tiga Unit PPA Satreskrim Polres Bukittinggi, Aipda Amelia Candra menyebutkan, usai menerima laporan dari orang tua korban, pihaknya telah melakukan visum terhadap korban.

Penganiayaan yang dialami korban, mengakibatkan luka pukulan dan tendangan di kepala, punggung dan kaki. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa, pakaian yang digunakan korban saat kejadian, dan video pengeroyokan yang viral.

Baca juga: Orangtua Omeli Guru yang Beri Murid Soal Tanpa Penjelasan, Videonya Viral

"Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengaku dikeroyok sekitar lima orang yang dipicu saling ejek mengunakan 'kutang bergabus'. Aksi saling ejek tersebut terjadi di aplikasi pesan singkat WA," ujarnya.

"Saat itu, korban sudah mengatakan untuk tidak usah memperpanjang masalahnya, namun pelaku tetap tidak menerima. Lalu salah satu teman pelaku menjemput korban ke rumah dan dibawa ke tempat kejadian. Sampai di tempat kejadian, pelaku menganiaya korban dengan cara memukul menendang bagian tubuh dan kepala korban. Selain telah memeriksa korban. kita juga sudah memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti," lanjut Amelia.

Dalam waktu dekat, Polres Bukittinggi menjadwalkan memanggil dan memeriksa para pelaku, sebelum ada proses diversi atau penyelesaian di luar hukum. Sementara jika terbukti bersalah, para pelaku terancam lima tahun penjara sesuai undang-undang perlindungan anak dan perempuan.

Kasus pengeroyokan yang dialami NC tersebut, terungkap setelah orang tua dan kakak korban curiga melihat adiknya luka-luka pulang bermain. Kepada kakaknya, korban mengaku dikeroyok oleh beberapa pelajar dari sekolah lain, gara-gara saling ejek di grup WA.

Orang tua NC yang awalnya menduga perkelahian satu lawan satu, berencana mendamaikan anaknya. Namun setelah melihat video, ternyata yang dialami anaknya adalah pengeroyokan/ maka orang tua korban melaporkan kasus ini ke polisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini