Share

Hindari Dampak Gempa Susulan, Warga Tojo Una-Una Bertahan di Tempat Pengungsian

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 28 Agustus 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 340 2462608 hindari-dampak-gempa-susulan-warga-tojo-una-una-bertahan-di-tempat-pengungsian-6gcDtFkOQ9.jpeg Lokasi pengungsian pasca gempa di Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah. (Foto: BPBD)

JAKARTA – Warga Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah memilih untuk bertahan di tempat pengungsian pasca gempa bumi magnitudo (M) 5,8 yng mengguncang daerah tersebut. Mereka bertahan di pengungsian untuk menghindari dampak gempa susulan.

Sebelumnya, sebanyak 1050 warga Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, mengungsi sementara waktu setelah gempa mengguncang pada Kamis (26/8/2021) pagi.

BACA JUGA: Tujuh Desa di Kabupaten Tojo Una-Una Terdampak Gempa M5,8 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan memantau informasi dari sumber resmi. BPBD setempat juga telah mendirikan dapur umum untuk kebutuhan para pengungsi.

"Alhamdulillah pengungsi ditangani dengan baik, termasuk pendirian dapur umum," ujar Rifai Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Tojo Una-Una saat melalui pesan singkat pada Sabtu (28/8/2021).

Rifai menambahkan bahwa pemerintah daerah sudah menerima sembilan koli masker bantuan BNPB untuk diberikan kepada para pengungsi.

BACA JUGA: BPBD Tojo Una-Una: 21 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa M5,8

"saat ini sudah kami terima masker dari BNPB sebanyak sembilan koli, kami bagikan ke warga di pengungsian supaya prokol kesehatan tetap terjaga," ujar Rifai.

BPBD dibantu tim gabungan juga telah berupaya mendirikan tenda di pengungsian serta secara rutin melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan pemberian bantuan logistik terpenuhi.

Hingga saat ini, sudah ada tiga pos pengungsian yang tersedia antara lain Eks Pemancar TVRI Desa Labuan dengan jumlah pengungsi sebanyak 112 kk atau 300 jiwa, Desa Padang Tumbuo sebanyak 139 kk atau 500 jiwa, dan Rumah Jabatan Bupati sebanyak 60 kk atau 250 jiwa.

Menurut laporan BPBD, gempa mengakibatkan 57 unit rumah rusak, dengan rincian 2 unit rusak berat, 1 unit rusak sedang, dan 55 unit rusak berat. Kerusakan juga juga terjadi pada fasilitas umum berupa rumah sakit dan masjid, yang mengalami rusak ringan.

Sebelumnya diinformasikan 1 warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Menurut analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gempa bumi di Tojo Una-Una berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa.

Susunan geologi daratan Tojo Una-Una mengalami proses pelapukan secara alami yang bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak. Kondisi ini akan memperburuk apabila terjadi guncangan gempa. Potensi lain yang dapat terjadi yaitu adanya gerakan tanah atau longsoran akibat guncangan kuat di daerah tersebut, atau dipicu oleh curah hujan tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini