Pendekatan desa adat juga sangat membantu dalam mendukung program isolasi terpusat (isoter), sehingga kasus positif dapat turun secara signifikan. Isolasi mandiri dipandang tidak efektif dan memicu terjadinya penyebaran karena kondisi rumah yang tidak memadai untuk perawatan serta lemahnya pengawasan.
Herry menambahkan, pembelajaran selanjutnya yaitu Pemerintah Bali melakukan pendekatan adat yang bersifat inklusif. Melalui pendekatan ini, desa adat membuka komunikasi berbagai masyarakat dengan latar belakang budaya berbeda sehingga ini mendorong terjadinya komando penanganan di tingkat mikro yang dapat diikuti semua pihak secara terpusat.
Sementara itu, Pemerintah Bali juga melakukan pendekatan berbasis kearifan lokal pada kebijakan nasional terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Satgas Penanganan Covid-19 Bali menggandeng masyarakat adat untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, salah satunya dengan kehadiran pecalang atau polisi adat di tingkat mikro.
Baca juga: Banjir Surut, Warga Mamuju Berjibaku Bersihkan Lumpur
Dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah, pemerintah provinsi dan kabupten/kota di Bali melakukan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak atau pentaheliks. Hal tersebut sangat membantu dalam menjangkau warga masyarakat hingga tingkat mikro.
Pembelajaran dari Bali ini merupakan salah satu topik diskusi yang diselenggarakan Tim Intelijen BNPB dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Bali, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Universitas Gadjah Mada dan Centre for Strategy and International Studies (CSIS).
Baca juga: Musim Hujan, Antisipasi Bahaya Hidrometeorologi dengan Pencegahan dan Mitigasi
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.