Simpan Tembakau Sintetis 8,86 Gram, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 12 Oktober 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 525 2484751 simpan-tembakau-sintetis-8-86-gram-pemuda-ini-ditangkap-polisi-UxiOluMvO2.jpg Tembakau sintetis (foto: dok Okezone)

CIMAHI - Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menangkap seorang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis.

Pelaku yang berinisial MZ (21), tercatat sebagai warga Kampung Cisarongge Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Tersangka kami amankan di rumahnya pada Senin dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB, dengan dipimpin petugas di lapangan oleh Kanit II Ipda Dadang Sutisna," ungkap Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Nasruddin saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

Baca juga:  Bongkar Industri Tembakau Sintetis Rumahan di Bogor, Polisi Tangkap Kakak-Adik

Penangkapan itu dilakukan anggotanya setelah menerima informasi dari masyarakat adanya peredaran narkotika tembakau sintetis. Kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan informasi sehingga mengarah ke pelaku.

"Saat dilakukan penggeledahan kami menemukan barang bukti tembakau sintetis sebanyak 8,86 gram," sebutnya.

Baca juga:  Polisi Tangkap 2 Pengedar Tembakau Sintesis

Kepada petugas pelaku MZ mengaku mendapatkan barang haram tersebut dengan cara membeli secara online di media sosial melalui instagram. Setelah deal dilakukan pemesanan dan pembayaran dilakukan dengan cara transfer.

Kemudian barang dikirimkan kepada pelaku MZ dengan cara ditempel di suatu tempat yang sudah mereka janjikan bersama. Setiap sekali transaksi pelaku mengaku membeli dengan harga Rp350.000.

Pelaku berdalih jika tembakau sintetis yang dibelinya digunakan untuk keperluan sendiri dan tidak diperjual-belikan. Namun petugas masih terus menyelidiki kebenarannya, serta berusaha mengungkap sindikat penjualan tembakau sintetis online tersebut.

"Pelaku terancam Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes Nomor 4 tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini