"Ini semua telah kami siapkan mulai dari logistik, tempat pengungsian dan lain sebagainya. Kami juga telah menyiapkan sistem early warning dan juga sistem pengetahuan pengendalian banjir dan alat ukur curah hujan di 267 milimeter," ucapnya.
Namun, Ariza mengingatkan, potensi cuaca ekstrim yang melanda Ibu Kota. Selain itu, ia mengingatkan potensi penularan Covid-19 saat musim hujan.
"Jadi upaya sudah dilakukan namun demikian yang paling penting adalah persiapan kita semua seluruh warga Jakarta menghadapi intensitas yang tinggi terkait dengan tingginya curah hujan semakin tinggi dan cuaca ekstrem terlebih sudah disampaikan BMKG dalam tiga hari ke depan," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)