Laksamana: Kapal Selam Nuklir Rusia Tenggelam Setelah Tabrakan dengan Kapal Selam NATO

Vanessa Nathania, Okezone · Selasa 23 November 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506112 laksamana-kapal-selam-nuklir-rusia-tenggelam-setelah-tabrakan-dengan-kapal-selam-nato-D496zP4dov.jpg Kapal selam nuklir Rusia, Kursk. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Tragedi tenggelamnya kapal selam Kursk pada 12 Agustus 2000 merupakan salah satu insiden terburuk dalam sejarah Angkatan Laut Rusia. Kapal selam nuklir itu tenggelam selama latihan Armada Utara di kedalaman 108 meter, menewaskan 118 awaknya.

Menurut catatan resmi tragedi itu disebabkan oleh ledakan torpedo di dalam kapal, namun, seorang Laksamana Rusia memberikan keterangan berbeda.

BACA JUGA: Kapal Selam Nuklir Kebanggaan Rusia Tenggelam di Laut Barents Bersama Ratusan Awaknya

Laksamana Vyacheslav Popov, mantan komandan Armada Utara mengatakan kepada Sputnik bahwa Kursk tenggelam akibat tabrakan dengan kapal selam NATO. Menurut Popov, kapal selam asing yang bertabrakan dengan Kursk kemudian terlihat di lepas pantai Norwegia oleh pesawat anti-kapal selam Angkatan Laut Rusia.

Lebih lanjut, Sang Laksamana mengaku mengetahui nama kapal selam yang dimaksud “dengan kepastian 90 persen”. Namun, dia menekankan bahwa bukti untuk mendukung klaimnya tersebut tidak dapat dipublikasikan.

BACA JUGA: Presiden Rusia Sampaikan Belasungkawa Atas Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Popov mengatakan bahwa kapal selam NATO itu tengah melacak Kursk tetapi terlalu dekat hingga tabrakan terjadi, atau Kursk melakukan manuver yang menyebabkan hilang kontak. Dia menekankan bahwa kapal selam asing itu rusak akibat tabrakan dengan Kursk dan disusul dengan adanya ledakan berikutnya.

“Itu (kapal selam asing) berada di dasar laut selama beberapa waktu, hingga mendapatkan kembali kemampuannya untuk bergerak. Dan setelah memulihkannya, kapal itu kembali ke pangkalannya, yang juga direkam oleh pesawat anti-kapal selam kami di lepas pantai Norwegia,” kata Popov.

Laksamana juga ingat bahwa latihan Armada Utara pada Agustus 2000 berlangsung di perairan Rusia dan netral. Menurut Popov, tiga kapal selam asing sedang melakukan pengintaian selama latihan.

Laporan media Rusia dan asing mengidentifikasi kapal selam nuklir USS Memphis dan USS Toledo, serta HMS Splendid berada di area latihan. Kementerian Pertahanan Rusia meminta Pentagon untuk memeriksa Memphis dan Toledo, tetapi permintaannya ditolak, mengingat "semua kapal selam dalam keadaan baik". Jawaban serupa diterima dari London, menurut media Rusia.

Kursk, kapal selam nuklir Rusia, tenggelam pada 12 Agustus 2000, selama latihan Armada Utara di kedalaman 108 meter, menewaskan semua awak yang berjumlah 118 orang. Menurut cerita resmi, tragedi itu disebabkan oleh ledakan torpedo di kapal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini