Share

Banjir di Kawasan Pegunungan Bromo, Petani Hilang Terseret Arus

Jaka Samudra, iNews · Jum'at 26 November 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 340 2508070 banjir-di-kawasan-pegunungan-bromo-petani-hilang-terseret-arus-cNX52nPTzC.jpg Banjir di kawasan pegunungan Bromo (Foto: Jaka Samudra)

PASURUAN - Banjir menerjang wilayah Pegunungan Bromo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Seorang petani hilang terseret derasnya air saat hendak pulang ke rumahnya melintasi sungai.

Diduga korban terpleset batu, kemudian terbawa arus sungai, sementara tak bisa berenang. Hingga Jumat siang, proses pencarian masih dilakukan. Namun, medan sungai yang terjal menyulitkan petugas mencari keberadaan korban.

Baca Juga:  Banjir Terjang 4 Kecamatan di Bandung, Korban Jiwa Nihil

Setelah air mulai surut, tim gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pasuruan dan warga sekitar harus bekerja keras guna mencari keberadaan Sunadi (49), warga Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan pada Jumat siang tadi.

Pria yang setiap hari harinya bekerja sebagai petani ini dilaporkan hanyut di Sungai Galih, Kamis 25 November 2021 petang kemarin.

Diduga terseret arus sungai saat pulang dari kebunnya melintasi sungai usai mencari kroto, telur semut untuk pakan burung di area perkebunan.

Saat kejadian, air sungai yang berada di lereng Gunung Bromo itu banjir besar usai diguyur hujan deras selama 4 jam lebih.

Kepala Desa Galih Eko Miwanto mengatakan, proses pencarian yang dilakukan warga sekitar pasca kejadian tak membuahkan hasil karena cuaca sudah gelap dan hujan kembali turun. Diperkirakan, korban sudah terbawa arus di wilayah dataran rendah.

Menurut Dantim Basarnas Surabaya, Putra Rostya menjelaskan, proses pencarian masih terus dilakukan dengan membagi dua tim. Medan sungai yang terjal dan licin menyulitkan tim SAR sehingga proses pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati.

Baca Juga:  Hujan Lebat dan Sungai Sentul Meluap, 5 Kecamatan Pati Terendam Banjir 1 Meter

Rencananya, pencarian akan terus dilakukan hingga tiga hari ke depan. Sementara, keluarga korban berharap korban ditemukan dalam kondisi masih kondisi selamat.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini