Share

Curhat Pilu Pengungsi Erupsi Semeru di Pronojiwo Lumajang, Berharap Segera Punya Rumah Lagi

Agregasi Sindonews.com, · Senin 20 Desember 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 340 2519629 curhat-pilu-pengungsi-erupsi-semeru-di-pronojiwo-lumajang-berharap-segera-punya-rumah-lagi-vF0hN9QmeZ.jpg Rumah warga Pronojiwo rusak akibat erupsi Gunung Semeru. (Foto: Istimewa)

LUMAJANG โ€“ Kehidupan warga Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur mulai bergeliat dua pekan pascaerupsi Gunung Semeru. Setiap pagi, sebagian pengungsi menengok rumah mereka dan membersihkan sebisanya. Sore hari mereka kembali ke pengungsian. Tak sedikit pula yang menumpang ke rumah keluarga atau kerabat di lokasi yang lebih aman.

Didin, warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo berharap rumahnya yang hancur segera dibangun kembali. โ€œYang paling penting bagi kami sekarang kapan rumah kami yang hancur ini bisa diperbaiki, supaya kami bisa punya tempat tinggal lagi," ucap Didin, Minggu (19/12/2021).

Warga mengaku masih trauma dan waswas setiap langit mulai mendung. Peristiwa 15 hari yang lalu tak mudah dilupakan. Toha, 55, petani salak, warga Dusun Sumbersari menceritakan, saat itu lahar datang tiba-tiba. Ia dan keluarganya nyaris tewas.

Baca juga:ย Gunung Semeru Siaga, Polisi Antisipasi "Wisatawan Bencana"

Toha bersama istrinya berusaha menyelamatkan diri dan membawa cucu mereka, Rara yang masih berusia 6 bulan. Motor yang ia kendarai terjebak karena jalan keluar satu-satunya sudah terhalang abu vulkanik, material lahar dan pohon. Mereka berhasil selamat setelah ditolong oleh mobil warga setempat.

Toha, Didin bersama sekitar 100 warga lainnya kini mengungsi di SMPN 02 Pronojiwo. Mereka menempati ruang kelas yang dialihfungsikan menjadi bangsal. Kegiatan belajar mengajar yang masih berlangsung di tempat yang sama, dipindahkan ke musala dan masjid. Di posko SMPN 02 ini, terdapat tenda-tenda besar yang difungsikan sebagai dapur umum dan tempat penyimpanan barang bantuan.

Perbaikan jembatan ini rencananya dimulai awal tahun depan dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 9 bulan. Solusi sementara yang ditempuh adalah membangun jembatan gantung di lokasi yang sama.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pengukuran struktur tanah dan konstruksi awal jembatan gantung sudah dimulai dan akan memakan waktu dua bulan. Jembatan gantung ini nantinya hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan mobil ambulans untuk kondisi darurat. Tujuannya agar akses pendistribusian logistik dan penanganan bencana tetap lancar. Untuk kendaraan roda empat pemerintah daerah menyiapkan alternatif baru.

Belum jelasnya rencana rehabilitasi rumah warga dan terisolirnya wilayah Pronojiwo membuat masa pemulihan semakin sulit bagi warga di tempat ini. "Kami selama ini seperti dianaktirikan karena semua perhatian di Candipuro," kata seorang warga.

Bupati Lumajang Toriqul Haq mengaku sudah memulai langkah perbaikan tapi pihaknya membutuhkan dukungan dari pusat untuk bisa bekerja membangun kehidupan baru bagi rakyatnya.

"Sekarang semua sudah on progress hanya perlu dipercepat dengan dorongan dari Pusat," kata Toriqul.

Ia menyambut gembira rencana kedatangan Ketua DPR RI Puan Maharani ke wilayahnya. Toriqul menambahkan kedatangan Puan bisa membantunya mengurai dan menyelesaikan banyak hal. Puan Maharani dijadwalkan mengunjungi Kecamatan Pronojiwo Senin (20/12/2021) besok dalam rangka rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur selama dua hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini