Share

PM Inggris: Anggap Pandemi Covid-19 Telah Berakhir Adalah 'Kebodohan Absolut'

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 04 Januari 2022 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 18 2527340 pm-inggris-anggap-pandemi-covid-19-telah-berakhir-adalah-kebodohan-absolut-U3HyXsm8X7.jpg Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Reuters)

LONDON – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan orang-orang bahwa berpikir bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir adalah sebuah “kebodohan absolut”. Peringatan itu disampaikan Johnson di saat kasus harian Covid-19 varian Omicron di Inggris Raya meningkat tajam.

BACA JUGA: Brpesta di Tengah Lockdown, PM Inggris Dituding Langgar Pembatasan Covid-19

Berbicara di pusat vaksinasi Aylesbury, Johnson mengatakan bahwa ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Omicron “lebih ringan” dari varian sebelumnya, varian Delta.

Dia juga mengklaim bahwa meski ada lonjakan tajam kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, Inggris saat ini lebih siap dari sebagian negara lain karena tingkat inokulasi vaksin yang tinggi. Tetapi, dia menekankan bahwa pandemi Covid-19 sama sekali belum berakhir dan meminta warga Inggris untuk mengadopsi langkah-langkah kesehatan guna meringankan beban fasilitas dan tenaga medis.

BACA JUGA: Mengenal King Edward VII, Raja Playboy Inggris dengan Nafsu Seksual yang Tak Terpuaskan

"Saya pikir inilah yang akan saya katakan kepada semua orang, melihat tekanan pada NHS (dinas kesehatan Inggris) dalam beberapa minggu ke depan dan mungkin lebih lama... akan sangat bodoh untuk mengatakan bahwa hal ini (pandemi Covid-19) sudah berakhir," kata Johnson sebagaimana dilansir Sky News, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia melanjutkan bahwa meskipun varian Omicron menyebabkan penerimaan Unit Perawatan Intensif (ICU) lebih sedikit daripada varian sebelumnya, namun, sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit Inggris karena Covid-19 belum mendapatkan suntikan booster mereka. Sesuai laporan media, lebih dari 59% populasi yang memenuhi syarat telah menerima dosis penguat vaksin Covid.

Pada Senin (3/1/2022), ada 157.758 kasus virus corona baru yang tercatat di Inggris dan Skotlandia, dengan angka-angka dari Wales serta Irlandia Utara akan dirilis setelah liburan akhir pekan. Di Inggris, 42 kematian tercatat dalam 28 hari setelah tes positif Covid-19. Menurut Worldometers, lebih dari 13.422.815 orang telah terkena penyakit di negara ini sejak wabah, dan lebih dari 148.893 orang telah kehilangan nyawa karena Coronavirus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini