Share

Bocah 8 Tahun Ditembak, 3 Polisi Ditangkap

Susi Susanti, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534490 bocah-8-tahun-ditembak-3-polisi-ditangkap-ZNw4NW7sLS.jpg Bocah 8 tahun ditembak, 3 polisi ditangkap (Foto: Bruce L Castor Jr)

PHILADEPHIA - Jaksa Amerika Serikat (AS) telah mendakwa tiga polisi akibat kematian seorang gadis delapan tahun.

Para petugas dilaporkan melepaskan tembakan ke sebuah kendaraan di luar pertandingan sepak bola sekolah menengah di dekat Philadelphia pada 27 Agustus 2021 setelah mendengar suara tembakan satu blok jauhnya.

Polisi mengira tersangka bersenjata ada di dalam mobil, tapi kemudian ditemukan seorang bocah bernama Fanta Bility, 8. Awalnya jaksa berargumen bahwa tragedi itu disebabkan oleh dua remaja yang saling menembak beberapa saat sebelumnya.

Baca juga: Bocah 3 Tahun Ditembak Mati di Pesta Ulang Tahun

Jaksa wilayah pun mengajukan tuntutan pembunuhan tingkat pertama terhadap kedua pemuda itu pada November akhir tahun lalu. Jaksa mengatakan kedua remaja itu yang masing-masing berusia 16 dan 18 tahun telah "memulai peristiwa mematikan". Karena itu, keduanya bertanggung jawab atas kematian Fanta.

Namun tuduhan itu telah dibatalkan. Sebaliknya, petugas polisi Sharon Hill Devon Smith, Sean Patrick Dolan, dan Brian James Devaney menghadapi tuduhan pembunuhan secara sukarela, pembunuhan tidak disengaja, dan bahaya yang membahayakan nyawa orang lain.

Baca juga:  Bocah 10 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin oleh Tetangganya   

Menurut Philadelphia Inquirer, petugas telah memantau kerumunan ketika mereka mendengar tembakan sekitar 140 kaki (42 meter) jauhnya dan berbalik untuk melihat sebuah mobil menuju ke arah mereka.

Polisi menembakkan 25 peluru, menyerang empat orang termasuk Fanta dan kakaknya yang berusia 12 tahun. Gadis itu meninggal dalam pelukan ibunya.

"Kami sekarang yakin tanpa keraguan bahwa petugas tidak hanya menembak tetapi membunuh Fanta Bility, tetapi mereka juga melukai tiga orang muda lainnya," kata Jaksa Distrik Delaware, Jack Stollsheimer kepada CBS News.

"Mereka membalas tembakan ke sasaran yang salah, ke arah yang salah, dan ke sekelompok orang. Itu yang harus mereka pertanggungjawabkan," lanjutnya.

Stollsheimer mengatakan kantornya telah mengetahui sejak September tahun lalu bahwa peluru mematikan ditembakkan oleh petugas.

“Dia adalah cahaya yang terang, terang, bersinar, tipe orang yang membuat orang bahagia hanya dengan melihatnya. Dan kepergiannya adalah tragedi yang mengerikan,” terang seorang pengacara untuk keluarga Bility.

Sementara itu, pengacara untuk ketiga perwira itu merilis pernyataan bersama yang mempertahankan argumen jika mereka tidak bersalah. Pengacara menglaim ketga polisi itu juga menderita dan bersedih karena kekerasan yang tidak masuk akal ini.

"Ini adalah tragedi mengerikan yang disebabkan oleh penjahat bersenjata dan kekerasan yang mengubah pertandingan sepak bola sekolah menengah menjadi TKP di mana seorang anak yang tidak bersalah kehilangan nyawanya dan yang lainnya terluka parah," tambah pernyataan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini