Share

Bengkulu Diguncang 2.032 Kali Gempa dalam 391 Hari

Demon Fajri, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 340 2538103 bengkulu-diguncang-2-032-kali-gempa-dalam-391-hari-aZO5dbl2yW.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BENGKULU - Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menghitung sepanjang 2021 atau dari 1 Januari hingga 31 Desember 2021, kejadian gempa bumi di Bengkulu sebanyak 2004 kali kejadian.

Rinciannya, 1,637 kejadian merupakan gempa bumi yang berada di wilayah sekitar Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung dan Provinsi Banten, dan 367 kejadian merupakan gempa bumi lokal yang berada disekitar Provinsi Bengkulu.

Sementara, untuk periode 1 Januari 2022 hingga Rabu 26 Januari 2022, pukul 11.30 WIB, tercacat 28 kejadian gempa di wilayah Provinsi Bengkulu. Sehingga total kejadian gempa selama 13 bulan atau 391 hari (Januari 2021 - Rabu 26 Januari 2022) di Bengkulu, sebanyak 2.032 kali kejadian.

Adapun rincian 367 gempa bumi lokal yang berada disekitar Provinsi Bengkulu, pada Januari 2021 hingga Desember 2021, yakni pada Januari sebanyak 19 kejadian, Februari 46 kali, Maret 31 kejadian, April 32 kali, Mei 33 kejadian, Juni 22 kali.

Lalu, Juli 35 kejadian, Agustus 25 kali, September 25 kejadian, Oktober 30 kali, November 26 kejadian, dan Desember sebanyak 43 kejadian.

PMG Muda Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda, Nesia Marelia mengatakan, melihat dari persebaran kejadian gempa yang terjadi di wilayah Bengkulu, didominasi oleh sumber gempa di laut atau disebut dengan subduksi (zona pertemuan antara dua empeng).

"Untuk sumber gempa pada periode tahun 2021 dan 1 hingga 26 Januari 2022, yaitu zona sesar (patahan lokal dan ada di darat) dan zona subduksi (ada di laut). Namun, sumber gempa lebih banyak terjadi pada zona subduksi (sumber gempa di laut)," kata Nesia, saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Dari kejadian gempa di Bengkulu, sampai Nesia, yang paling signifikan gempa dirasakan Magnitudo (M= 5.7), terjadi pada Kamis 7 Januari 2021, dengan sumber gempa 40 kilometer (Km) Selatan Tais, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Di sepanjang tahun 2021, lanjut Nesia, mencatat 58 kejadian gempa yang dirasakan di wilayah Bengkulu, dan dan 26 kejadian gempa bumi dirasakan di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung dan Banten.

Kejadian gempa bumi bedasarkan Magnitudo, terang Nesia, gempa selama 2021 di wilayah Bengkulu dan sekitarnya didominasi kejadian gempa dengan Magnitudo (M=) 3.0 < M < 5.0 sebanyak 1.099 kejadian. Lalu, untuk kejadian gempa dengan magnitude > 5 (gempa signifikan) terjadi sebanyak 40 kejadian.

"Pada tahun 2021, tidak ada laporan kejadian gempa yang menyebabkan kerusakan," jelas Nesia.

Gempa yang melanda Bengkulu, lanjut Nesia, berpusat di sejumlah daerah. Mulai dari Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Rejang Lebong dan Kota Bengkulu.

Gempa di Bengkulu, sampai Nesia, disebabkan pertemuan dua lempeng besar (lempeng Indo-Australia dan Pasifik) disebut dengan subduksi. Pergerakan kedua lempeng ini, jelas Nesia, terus terjadi setiap hari dengan rata - rata kecepatan pergerakan 7 cm/tahun.

"Pertemuan dan pergerakan lempeng ini lah salah satu yang menyebabkan kejadian gempa di Bengkulu (terutama yang sumber gempa di laut)," ujar Nesia.

Nesia menyampaikan, pelepasan energi gempa di kawasan Bengkulu tergolong normal. Di mana dalam proses pergerakan itu lempeng-lempeng tersebut menyimpan energi, yang jika dilepaskan menjadi gempa bumi.

Banyaknya kejadian gempa bumi dengan Magnitudo kecil (gempa tidak signifikan), jelas Nesia, menjadi tanda aktifnya zona subduksi di Bengkulu dan hal ini lebih baik dari pada tidak terjadi gempa sama sekali.

"Jika terlalu lama tidak terjadi gempa, maka energi yg tersimpan akan semakin besar. Tentunya ketika energi yang disimpan besar saat dilepaskan juga akan besar yang dapat menimbulkan gempa kuat yanh berpotensi menjadi bencana," ujar Nesia.

Nesia berharap, masyarakat di Provinsi Bengkulu, tetap tenang, tidak terpengaruh isu - isu yang menjurus hoax. Lalu, masyarakat harus memastikan informasi terkait kegempaan dari sumber yang akurat, baik melalui media sosial BMKG resmi maupun media cetak.

"Sekali lagi, gempa bumi belum dapat diprediksi kapan dan seberapa besar terjadi, potensi bencana gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu itu nyata, oleh karena itu perlu kesiapsiagaan masyarakat," pungkas Nesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini