Share

Terkait Konflik Ukraina, Wamenlu AS: 'Bola' Sekarang Berada di Tangan Rusia

Agregasi VOA, · Sabtu 29 Januari 2022 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 18 2539672 terkait-konflik-ukraina-wamenlu-as-bola-sekarang-berada-di-tangan-rusia-ybSI1PJmKr.jpg Wamenlu AS Urusan Politik Victoria Nuland (Foto: Reuters)

NEW YORK - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa 'bola' saat ini berada di tangan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait krisis Ukraina setelah AS menolak tuntutan utama Rusia.

“Rusia baru saja mendapat tanggapan kami kemarin. Mereka menjelaskan kepada kami bahwa mereka perlu sedikit waktu untuk mempelajarinya,” kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Urusan Politik Victoria Nuland.

“Jadi dari posisi kami, bola ada di tangan mereka, tetapi kami siap untuk (melakukan) pembicaraan bilateral, NATO-Rusia, OSCE kapan pun mereka siap,” lanjutnya.

Baca juga: Biden Ancam Sanksi Pribadi ke Putin Atas Ukraina, Miliki Konsekuensi Besar

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, ketika Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya menyatakan keprihatinan bahwa penumpukan sekitar 100.000 tentara Rusia di dekat wilayah perbatsannya dengan Ukraina menandakan bahwa Moskow berencana untuk menyerang negara tetangga bekas republik Soviet itu.

Baca juga: Menyusul Rencana Serangan Rusia, AS Desak Warganya Hengkang dari Ukraina

Rusia membantah memiliki rencana seperti itu – dan telah mengajukan rangkaian tuntutan yang dikatakan akan meningkatkan keamanan di Eropa. Tetapi seperti yang diperkirakan, Amerika dan aliansi negara-negara Barat dengan tegas menolak konsesi apa pun pada poin-poin utama yang diajukan Moskow pada Rabu (26/1), dan menolak untuk secara permanen melarang Ukraina bergabung dengan NATO serta mengatakan penempatan pasukan dan peralatan militer sekutu di wilayah Eropa Timur tidak dapat dinegosiasikan.

AS memang menguraikan area di mana beberapa kekhawatiran Rusia dapat diatasi, mungkin menawarkan jalan menuju meredakan ketegangan yang terjadi. Semua mata kini tertuju pada Presiden Vladimir Putin, yang akan memutuskan bagaimana Rusia akan merespons di tengah kekhawatiran bahwa Eropa dapat kembali terjerumus ke dalam perang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini