JAKARTA - Perayaan Imlek 2022 tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk membatasi mobilitas dan mencegah kerumunan. Terlebih lagi saat ini Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.
Salah satu pengelola Vihara Amurva Bhumi, Andreas (76) menyampaikan pihaknya mewajibkan jemaatnya untuk tetap menaati protokol kesehatan (prokes) dan dipersilakan untuk segera meninggalkan Vihara usai ibadah.
"Seperti yang Anda lihat sendiri ya. Kita menaati prokes juga ya. Para pengunjung juga kita anjurkan untuk memakai penutup (masker). Keduanya juga kalau udah sembahyang ya silakan, dengan kelonggaran dan kebijaksanaan, diminta pulang untuk menjaga jangan sampai terjadi kerumunan," jelas Andreas kepada wartawan pada Selasa (31/1/2022).
Baca juga: Tahun Baru Imlek, Jokowi: Masa Sulit Ini Lampion Harapan Harus Tetap Diapungkan
Andreas berujar pergantian tahun baru Imlek yang bershio Macan air ini menjadi suatu pengharapan yang optimis. Dia menjelaskan makna shio macan sebagai simbol keberanian untuk bangkit dari segala keterpurukan yang telah dialami pada tahun-tahun sebelumnya.