Share

Pasukan Rusia Serang RS Jiwa Ukraina, Gubernur Kharkiv Sebut sebagai Genosida!

Agregasi VOA, · Sabtu 12 Maret 2022 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 12 18 2560378 pasukan-rusia-serang-rs-jiwa-ukraina-gubernur-kharkiv-sebut-sebagai-genosida-YqvEoGy8DW.jpg Gedung rumah sakit di Ukraina hancur akibat invasi Rusia. (Foto: Reuters)

UKRAINA menuduh pasukan Rusia menyerang sebuah rumah sakit jiwa di dekat kota Izyum, Ukraina timur, Jumat (11/3) dalam apa yang disebut gubernur regional sebagai "serangan brutal terhadap warga sipil."

Oleh Synegubov, gubernur wilayah Kharkiv, mengatakan 330 orang berada dalam rumah sakit pada saat itu. Sebagian dari mereka harus menggunakan kursi roda atau tidak dapat bergerak, dan 73 orang telah dievakuasi. Jumlah korban sedang dihitung, katanya.

"Ini adalah kejahatan perang terhadap warga sipil, genosida terhadap bangsa Ukraina," tulis Synegubov pada aplikasi pesan Telegram.

Baca juga: 5 Berita Terpopuler Rusia vs Ukraina, Isu Perang Dunia III hingga Bisnis Tentara Swasta

Kantor berita Reuters belum dapat memverifikasi laporan itu di daerah yang melaporkan pertempuran sengit sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Rusia membantah menarget warga sipil dalam apa yang disebutnya "operasi khusus" untuk melucuti senjata dan "menghapus Nazi" Ukraina.

Para ibu hamil dan bayi yang baru melahirkan diungsikan ke ruang bawah tanah sebuah rumah sakit persalinan di Kyiv, Ukraina, pada 2 Maret 2022. (Foto: AP/Efrem Lukatsky)

Serangan yang dilaporkan itu menyusul pemboman sebuah rumah sakit di Mariupol, Ukraina selatan, di mana para pejabat mengatakan tiga orang tewas pada Rabu, termasuk seorang anak. Rusia mengatakan akan menyelidiki insiden itu tetapi beberapa pejabat membantah laporan serangan itu dan menyebutnya sebagai "berita bohong."

Synegubov mengatakan secara terpisah bahwa pasukan Rusia telah menembaki daerah permukiman Kharkiv, kota utama di wilayah itu, 89 kali dalam sehari tetapi situasinya tak membahayakan warga sipil setelah sebuah institut di mana terdapat laboratorium nuklir, diserang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini