Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waketum MUI : Buya Syafii Maarif Selalu Pikirkan Umat dan Bangsa

Widya Michella , Jurnalis-Jum'at, 27 Mei 2022 |14:06 WIB
Waketum MUI : Buya Syafii Maarif Selalu Pikirkan Umat dan Bangsa
Buya Syafii Maarif (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyebut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif pantas diberi gelar bapak bangsa. Itu karena menurutnya, Buya Syafii merupakan sosok yang tidak pernah lelah untuk berpikir dan berbuat bagi umat dan bangsanya.

"Saya rasa gelar itu memang sangat patut untuk disandangkan kepada diri beliau karena memang hari-harinya diisinya untuk kepentingan umat dan bangsanya," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/05/2022).

Ia menyampaikan, Buya Syafii juga dapat dikatakan sebagai seorang tokoh yang langka karena dikenal tidak haus akan harta dan kekuasaan. Hal ini terlihat dari kehidupan Buya Syafii yang terbilang sederhana sehingga banyak orang terkejut bila berhadapan dengannya.

"Banyak tokoh yang dekat dengan beliau mengingatkan siapa saja yang ingin bertemu dengan beliau jangan coba-coba untuk merayu beliau dengan uang dan kemewahan. Barangsiapa yang mencoba-coba melakukannya maka pasti akan kena semprot dari beliau," kata dia.

Selain itu, Buya Syafii hidup dengan berprinsip sehingga nilai-nilai dari ajaran agamanya tampak sangat kental mewarnai sikap dan kepribadiannya. Oleh karena itu, Buya Syafii tidak takut untuk menentang arus.

"Bagi beliau apa yang dianggapnya benar ya disampaikannya. Kalau dia melihat ada sesuatu yang salah maka akan dikritik dan diluruskannya. Masalah orang mau atau tidak mau mendengar kata-katanya itu urusan lain," ujarnya.

Pada beberapa kesempatan, Anwar Abbas mengaku sangat mengagumi dan terkesan dengan apa yang disampaikan Buya Syafii beberapa tahun sebelum reformasi di kantor PP Muhammadiyah Jakarta di depan kader muda.

"Beliau mengingatkan Muhammadiyah itu tidak hanya sebagai gerakan Islam, gerakan tajdid dan gerakan dakwah amar maruf nahi munkar. Tapi, Muhammadiyah itu adalah juga gerakan ilmu kata beliau," tutur Anwar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement