Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kekurangan Senjata, Ukraina Kehilangan 1.000 Tentara Setiap Hari dalam Perang Lawan Rusia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2022 |13:59 WIB
Kekurangan Senjata, Ukraina Kehilangan 1.000 Tentara Setiap Hari dalam Perang Lawan Rusia
Foto: Reuters.
A
A
A

KIEV – Sebanyak 1.000 tentara Ukraina terbunuh atau terluka dalam konflik dengan Rusia setiap harinya, demikian diungkapkan seorang pejabat senior negara itu pada Rabu (15/6/2022).

David Arakhamia, yang memimpin negosiasi Kiev dengan Moskow dan mengepalai partai presiden Ukraina di parlemen, mengungkapkan angka tersebut selama pertemuan meja bundar di German Marshall Fund di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Dia mengatakan jumlah korban harian di antara tentara Ukraina telah meningkat secara signifikan sejak Rusia meningkatkan serangannya di Donbass.

Pada 1 Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kiev kehilangan 60-100 tentara per hari dalam pertempuran. Sekarang, lebih dari dua minggu kemudian, Arakhamia mengklaim jumlah tersebut telah meningkat menjadi rata-rata 200-500 kematian setiap hari.

Menurut Arakhamia, sementara Kiev telah memobilisasi satu juta orang sejak awal konflik, tambahan 2 juta tentara masih dapat dimobilisasi. Namun, menurut Arakhamia masalahnya, bukanlah kekurangan tentara, melainkan kekurangan persenjataan dan perbekalan.

“Kami memiliki orang-orang yang dilatih untuk menyerang, untuk melakukan serangan balik, tetapi kami membutuhkan senjata untuk ini,” kata Arakhamia sebagaimana dilansir RT.

Arakhamia memimpin delegasi di Washington untuk melobi pemerintahan Biden dan Kongres untuk meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina, Axios melaporkan.

Pada Rabu, setelah panggilan telepon dengan Zelensky, Presiden Joe Biden mengumumkan AS akan memberikan bantuan militer dan kemanusiaan tambahan ke Kiev, termasuk senjata dan persediaan senilai USD1 miliar, seperti roket dan amunisi artileri.

Bulan lalu Gedung Putih menyetujui paket bantuan senilai USD40 miliar untuk Ukraina. Namun, menurut Arakhamia, dana ini terlalu lama untuk diterjemahkan ke dalam pengiriman senjata yang sebenarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement