Share

NATO Klaim Persiapkan Konflik dengan Rusia Sejak 2014, Tambah Pasukan Tentara hingga Ekstra Pengeluaran Militer

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 01 Juli 2022 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 18 2621695 nato-klaim-persiapkan-konflik-dengan-rusia-sejak-2014-tambah-pasukan-tentara-hingga-ekstra-pengeluaran-militer-EZ7DVYTN2Y.jpg NATO persiapkan pasukan dan pengeluaran militer untuk menghadapi Rusia (Foto: EPA)

JERMAN - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan kepada wartawan pada Rabu (29/6/2022) bahwa peningkatan pengeluaran militer dan peningkatan jumlah penempatan pasukan di Eropa Timur sejak 2014 dilakukan untuk mengantisipasi konflik dengan Rusia.

Berbicara setelah pertemuan anggota NATO dan negara-negara mitra di Madrid, Stoltenberg menuduh Moskow "menggunakan kekuatan di Donbass timur sejak 2014," meskipun fakta bahwa pasukan Kiev telah menembaki kota-kota di wilayah itu sejak Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk menyatakan kemerdekaan dari Ukraina tahun itu.

Namun demikian, Stoltenberg mengatakan bahwa blok militer pimpinan AS memutuskan pada 2014 untuk mulai meningkatkan kekuatannya di Eropa Timur.

Baca juga: Ambil Keputusan Bersejarah, NATO Akan Undang Finlandia dan Swedia untuk Bergabung

“Kenyataannya juga kami sudah mempersiapkan ini sejak 2014,” ujarnya.

“Itulah alasan mengapa kami meningkatkan kehadiran kami di bagian timur aliansi, mengapa sekutu NATO mulai berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan, dan mengapa kami meningkatkan kesiapan [kami],” lanjutnya.

Baca juga: Hadapi Ancaman Rusia, NATO Siapkan Pasukan Reaksi Cepat dari 40.000 Tentara Jadi 300.000 Prajurit

Menurut angka NATO, anggota blok Eropa dan Kanada telah meningkatkan pengeluaran militer mereka antara 1,2% dan 5,9% setiap tahun sejak 2014. Namun, hanya 10 dari 30 negara NATO yang saat ini memenuhi target blok menghabiskan 2% dari Produk Domstik Bruto (PDB) untuk pertahanan.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Peningkatan pengeluaran paling terlihat di Eropa Timur dan Baltik, dengan Polandia, Lithuania, Estonia, Latvia, Republik Ceko, Slovakia, dan Rumania semuanya memenuhi target untuk pertama kalinya pada 2022.

Sebelumnya pada Rabu (29/6/2022), anggota NATO setuju untuk mengadopsi Konsep Strategis baru. Cetak biru kebijakan ini menetapkan sikap aliansi terhadap mitra, non-anggota, dan musuh, dengan iterasi 2022 yang menyebut Rusia sebagai “ancaman paling signifikan dan langsung” bagi blok tersebut.

Di sisi lain, Moskow telah melabeli ekspansi NATO ke negara-negara bekas Soviet sejak akhir Perang Dingin—yang secara eksplisit dijanjikan oleh para pemimpin Barat pada awal 1990-an tidak akan terjadi—sebagai ancaman terhadap keamanannya sendiri. Posisi resmi NATO di Ukraina, yang ditetapkan dalam Deklarasi Bukares 2008, adalah bahwa negara itu dan Georgia “akan menjadi anggota NATO” pada tanggal yang tidak ditentukan di masa mendatang. Rusia menyebut upaya Ukraina untuk menjadi anggota NATO sebagai faktor kunci di balik konflik saat ini.

Terlepas dari pawai aliansi pasca-Perang Dingin ke bekas Blok Timur, Stoltenberg mengklaim pada Rabu (29/6/2022) bahwa NATO telah mengupayakan hubungan yang lebih baik dengan Rusia selama beberapa dekade.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini