Share

Mencoba Kabur, Pria Kulit Hitam Tewas Diberondong Hampir 100 Peluru oleh Polisi

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 03 Juli 2022 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 18 2622708 mencoba-kabur-pria-kulit-hitam-tewas-diberondong-hampir-100-peluru-oleh-polisi-8b7DIl6iYX.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

AKRON – Seorang pria kulit hitam tewas setelah diberondong hampir 100 peluru saat dia melarikan diri dari polisi di Kota Akron, Ohio, Amerika Serikat (AS). Insiden ini membuat kota itu membatalkan perayaan Hari Kemerdekaan AS, yang akan jatuh pada 4 Juli.

Insiden itu bermula saat sekelompok polisi berusaha menepikan Jayland Walker, pria kulit hitam berusia 25 tahun, yang bekerja sebagai sopir pengantar makanan DoorDash. Walker dilaporkan menolak untuk mematuhi perintah petugas dan berusaha melarikan diri.

BACA JUGA: Kebrutalan Polisi Bertanggung Jawab Atas Pembantaian Massal yang Tewaskan 11 Orang

Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap Walker, dan menurut Departemen Kepolisian Akron, pemuda itu juga menembakkan pistol dari luar kendaraannya selama pengejaran, demikian diwartakan Washington Post.

Pada titik tertentu selama pengejaran, Walker melompat keluar dari kendaraannya yang bergerak dan berusaha melarikan diri dengan berjalan kaki.

Dalam pernyataannya, kepolisian Akron menyebut tindakan Walker membuat petugas menganggapnya sebagai “ancaman mematikan” dan melepaskan tembakan.

“Menanggapi ancaman ini, petugas melepaskan senjata api mereka, menyerang tersangka,” demikian kata pernyataan yang diunggah di Facebook itu.

BACA JUGA: Brutal, Polisi Tembak Pria Berkursi Roda 9 Kali karena Mengutil

Menurut Boddy DiCello, pengacara keluarga Walker, petugas menembakkan total 90 peluru ke arah pemuda itu. Catatan otopsi menunjukkan Walker tewas di tempat setelah tubuhnya diterjang 60 peluru.

"Ada luka di semua sisi dan bagian tubuhnya," kata pengacara itu sebagaimana dilansir RT.

Polisi mengatakan bahwa sepucuk senjata ditemukan di mobil Walker, namun DiCello mengatakan kepada Washington Post bahwa "tidak ada bukti" pistol itu ada di dalam mobil selama pengejaran atau ditembakkan ke petugas polisi. Keluarga Walker juga membantah bahwa Jayland menembaki polisi.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Polisi tidak mengomentari informasi itu. Sebaliknya, pernyataan itu mengatakan bahwa “petugas segera memanggil EMS (petugas medis darurat) ketika mereka mulai memberikan pertolongan pertama sampai kedatangan paramedis.”

Petugas yang terlibat berjanji untuk merilis rekaman kamera tubuh dari insiden itu pada Minggu (3/7/2022) sore. Para petugas yang terlibat dalam penembakan itu ditempatkan pada cuti administratif berbayar untuk waktu penyelidikan yang diluncurkan oleh Biro Investigasi Kriminal Ohio, kata polisi, menambahkan bahwa penyelidikan internal terpisah akan dilakukan oleh Kantor Standar Profesional dan Akuntabilitas.

Tak satu pun dari petugas yang terlibat telah diidentifikasi secara publik sejauh ini.

Pada Kamis (30/6/2022), pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor Departemen Kepolisian Akron dan memblokir lalu lintas lokal untuk menuntut "Keadilan untuk Jayland". Menurut DiCello, Walker tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Pria itu bekerja untuk Amazon sebelum pindah ke DoorDash.

Keluarga Walker mengatakan mereka "marah" dan "muak" atas insiden itu tetapi mereka juga meminta para pengunjuk rasa untuk tetap damai, termasuk pada Minggu, ketika rekaman kamera tubuh dirilis.

“Kami sangat prihatin bahwa video ini akan menyebabkan Akron terbakar, dan kami tidak menginginkan itu. Tidak ada yang menginginkan itu," kata DiCello.

Walikota Akron Dan Horrigan, menyebut insiden itu "hari yang gelap bagi kota kami", mengumumkan bahwa pihak berwenang Akron tidak akan mengadakan perayaan 4 Juli yang direncanakan selama liburan akhir pekan.

Ini adalah penembakan polisi ketiga yang fatal di Akron sejak akhir Desember, menurut beberapa media AS. Menurut laporan Washington Post, lebih dari 1.040 orang ditembak dan dibunuh oleh petugas polisi di AS pada 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini