Share

Puluhan Rumah di Meulaboh Aceh Barat Terendam Banjir Rob

Antara, · Minggu 03 Juli 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 340 2622745 puluhan-rumah-di-meulaboh-aceh-barat-terendam-banjir-rob-cOkBG9KQUB.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

MEULABOH - Sebanyak puluhan rumah di Desa Pasir dan Desa Ujong Kalak, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat terendam pasang air laut (banjir) rob, sejak Sabtu (2/7) hingga Minggu (3/7/2022).

Akibat bencana alam tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsikan barang di rumah mereka ke tempat yang lebih aman guna menghindari terjangan pasang air laut.

Kepala Desa (Keuchik) Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat Romi Saputra mengatakan, bencana alam tersebut terjadi sejak pagi hari usai shalat Subuh.

 BACA JUGA:Tragis, Nekat Terobos Banjir, Dua Bersaudara Hanyut, Satu Tewas Satu Hilang

Ia mengatakan, untuk sementara hanya rumah warga yang berada di dekat bibir pantai yang terendam pasang air laut dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter.

Ia menjelaskan sejauh ini pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak pasang air laut di daerah tersebut.

“Untuk saat ini baru sekitar 17 rumah warga yang terdata terkena banjir rob di desa kami,” kata Romi Saputra.

 BACA JUGA:Banjir Bengkulu Rendam Ratusan Rumah Warga di 11 Kecamatan

Pihaknya juga sudah melaporkan bencana alam tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan pihak kecamatan, dengan harapan segera mendapatkan penanganan atau bantuan terhadap masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat M Hasmi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan sejauh ini aparat desa setempat masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir rob di desa mereka.

“Kalau jumlah masyarakat terdampak belum pasti, karena masih dilakukan pendataan,” katanya.

Guna mengantisipasi meluasnya rendaman banjir rob di pemukiman masyarakat, warga masih melakukan gotong-royong guna membersihkan saluran utama parit di desa.

"Warga masih gotong royong, dengan harapan aliran air laut tidak tergenang di pemukiman masyarakat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini