Share

Pensiunan TNI Dianiaya Petugas SPBU Gegara Dituduh Merekam Kegiatan Isi Bensin

Jimi Irawan, iNews · Jum'at 22 Juli 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 340 2634581 pensiunan-tni-dianiaya-petugas-spbu-gegara-dituduh-merekam-kegiatan-isi-bensin-Y6F5ofoMog.jpeg Illustrasi (foto: freepick)

LAMPUNG UTARA - Rusdi Ilyas (62) warga Dusun IV, Abung Barat, Lampung Utara, dianiaya sejumlah orang tak dikenal (OTD) saat berada di SPBU Cahaya Negeri, Abung Barat. Akibatnya, pria pensiunan TNI ini mengalami luka diwajah.

Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Abung Barat, dan itu tertuang dalam surat laporan polisi Nomor : LP/201/B/VII/2022/Polda Lampung/Res-LU/SPKT SEK ABB. Rusdi, kepada sejumlah wartawan, menjelaskan penganiayaan itu terjadi pada Kamis 21 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 WIB.

 BACA JUGA:Polisi Periksa Orangtua Terkait Dugaan Penganiayaan Anak di Bekasi

Saat itu dirinya tengah mengisi bahan bakar di SPBU Cahaya Negeri, sembari melihat sosial media di handphone yang dia pakai. Tiba-tiba datang petugas SPBU yang tidak dikatahui namanya, menghampiri korban dan menegur agar tidak memvideokan atau memfoto kegiatan pengisian bensin.

"Padahal saya tidak merekam (video) atau foto, saya cuma kebetulan pegang handphone dan buka facebook," katanya, Jumat (22/7/2022).

Tiba-tiba, lanjut Rusdi, datang seorang lagi yang juga tak dikenal, langsung merampas handphonenya. Tak sampai disitu, wajah korban dipukul oleh pelaku dan dicekik. "Hidung saya dipukul sampai berdarah," jelasnya.

 BACA JUGA:Viral! Kakinya Diikat Rantai, Anak di Bekasi Diduga Korban Penganiayaan Orangtua

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Lebih lanjut dia menerangkan, setelah dipukul tersebut, Rusdi dibawa oleh seseorang yang mengenakan pakaian dinas loreng dan berjaket loreng ke sebuah warung. Lalu dirinya pulang kerumah, dan melapor ke Mapolsek setempat.

Ditambahkan Rusdi, pasca kejadian tersebut, Kepala Desa Cahya Negeri, Danramil, serta Babinsa mewakili para pelaku penganiayaan sudah mendatanginya dan menyampaikan keinginan para pelaku untuk meminta maaf.

"Saya menerima niat baik aparatur desa untuk memediasi perdamaian, namun yang saya menginginkan proses hukum tetap berjalan," pungkasnya.

Hingga berita ini dibuat, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Polsek Abung Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini