Share

Polisi Selidiki Kasus Kepala Bayi Dipotong di RSUD Jombang

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 519 2640958 polisi-selidiki-kasus-kepala-bayi-dipotong-di-rsud-jombang-EdINKZjePG.jpg RSUD Jombang (Foto: Avirista M)

JOMBANG - Polisi turun tangan dalam kasus meninggalnya bayi di RSUD Jombang karena dugaan kesalahan penanganan. Penyelidikan dilakukan setelah ayah bayi Yopi Widianto (26) mengadu ke SPKT Polres Jombang.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menyebutkan, pihaknya telah memulai penyelidikan dengan mengagendakan pemeriksaan para saksi. Kasus kematian bayi saat persalinan pasien di RSUD Jombang, bukan tergolong delik aduan.

BACA JUGA:Heboh Kepala Bayi Dipotong saat Persalinan, Ini Penjelasan RSUD Jombang 

Artinya, pihaknya bisa melakukan penyelidikan meskipun Yopi tidak melapor ke Polres Jombang. Sehingga penyelidikan tetap berjalan meski Yopi setiap saat mencabut laporannya. "Kasus ini bukan delik aduan. Tanpa ada laporan pun kami bisa melakukan penyelidikan. Tidak berpengaruh (kalau laporan dicabut)," kata Giadi saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (2/8/2022).

Namun, pihaknya mengakui bila ayah bayi Yopi Widianto melaporkan ke SPKT Polres Jombang pada Senin sore, 1 Agustus 2022. Rencananya kepolisian bakal memeriksa sejumlah saksi, termasuk ibu bayi Rohma Roudotul Jannah (29).

"Yang dilaporkan Pasal 359 KUHP, UU Kesehatan, UU Tenaga Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen. Nanti akan kami konstruksikan, tindakan-tindakan yang dilakukan dokter dan perawat memenuhi standar atau tidak, sesuai SOP atau tidak, atau apakah ada pelanggaran kode etik, ketika ada pelanggaran kode etik, ini lalai apa tidak. Konstruksinya panjang," ujarnya.

BACA JUGA:Malpraktik Kepala Bayi Terpotong di RSUD Jombang, Orangtua: Kenapa Tidak Disesar? 

Kepolisian juga bakal meminta pertimbangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) sebagai pihak ahli yang akan menilai adanya dugaan malapraktik atau tidak.

"Karena kami tidak mempunyai keahlian untuk menilai itu. Apakah nanti masuk (pelanggaran) kode etik profesi, apakah ternyata kode etik yuridis. Yuridisnya larinya bisa di sana, misalnya si dokter izin prakteknya dicabut, atau ke pidana, atau bisa saja mereka menilai itu sudah benar," jelasnya.

Setelah menerima kesimpulan dari IDI dan PPNI Jatim, barulah polisi melakukan gelar perkara ini. Giadi mengimbau masyarakat tidak mudah menghakimi tindakan yang dilakukan para tenaga kesehatan dalam kasus persalinan Rohma.

"Masyarakat harus paham kita tidak bisa menghakimi tindakan tenaga kesehatan. Biarkan orang yang ahli yang menilai itu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasien ibu hamil di RSUD Jombang yang sempat divonis tak bisa melahirkan secara normal pada Kamis 28 Juli 2022. Diduga dipaksa menjalani lahiran normal.

Bayi yang dikandung pun tersendat saat akan melahirkan normal hingga akhirnya pihak medis melakukan tindakan medis dengan memotong bagian kepala karena bayi sudah meninggal dunia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini