Empat orang tewas setelah terperangkap di gedung-gedung yang terendam banjir, satu orang diduga tersengat listrik, satu orang ditemukan di bawah reruntuhan halte bus, dan satu orang lagi tewas akibat tanah longsor, katanya.
Setidaknya sembilan orang terluka, sementara enam lainnya hilang.
Markas besar menaikkan peringatan krisis ke level tertinggi dan meminta organisasi menyesuaikan jam kerja mereka.
KMA mengeluarkan peringatan hujan lebat di seluruh ibu kota dan wilayah metropolitan berpenduduk 26 juta serta sebagian Provinsi Gangwon dan Chungcheong.
Presiden Yoon Suk-yeol memimpin pertemuan tanggap darurat, memerintahkan pihak berwenang untuk fokus pada pencegahan korban dan dengan cepat mengendalikan dan memulihkan daerah banjir, kata markas besar bencana.
KMA memperkirakan hujan lebat di bagian tengah negara itu akan berlanjut setidaknya hingga Rabu (10/8/2022).
Sementara Korea Selatan sering mengalami hujan lebat di musim panas, "peningkatan curah hujan yang tajam dan seringnya hujan deras tidak dapat dijelaskan tanpa tren besar perubahan iklim," seorang pejabat KMA, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kepada Reuters.
"Fenomena ini terlihat lebih sering terjadi karena perubahan iklim yang mengakibatkan musim panas berkepanjangan."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.