Share

Ditusuk Berkali-Kali, Kondisi Salman Rushdie Mulai Membaik Meski Masih Kritis

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 15 Agustus 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 18 2647868 ditusuk-berkali-kali-kondisi-salman-rushdie-mulai-membaik-meski-masih-kritis-X5WTx0xI38.JPG Salman Rushdie. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Kondisi penulis Salman Rushdie telah mulai membaik, meski masih kritis setelah ditusuk berkali-kali saat akan memberi kuliah di New York, Amerika Serikat (AS) pada Jumat (12/8/2022), demikian disampaikan agen dan putranya pada Minggu (14/8/2022).

“Dia tidak lagi menggunakan ventilator, jadi jalan menuju pemulihan telah dimulai," kata agennya, Andrew Wylie melalui email kepada Reuters. "Ini akan lama; lukanya parah, tetapi kondisinya menuju ke arah yang benar."

BACA JUGA: Didakwa dengan Percobaan Pembunuhan, Pelaku Penikaman Salman Rushdie Mengaku Tak Bersalah

Sementara putra Rushdie, Zafar mengatakan ayahnya telah bisa berbicara dengan keluarga, meski kondisinya masih kritis.

"Menyusul serangan pada Jumat, ayah saya tetap dalam kondisi kritis di rumah sakit menerima perawatan medis yang ekstensif," kata Zafar Rushdie di Twitter.

“Kami sangat lega kemarin dia sudah dilepaskan dari ventilator dan oksigen tambahan dan dia sudah bisa berbicara beberapa kata,” tambahnya.

BACA JUGA: Profil Salman Rushdie, Penulis Kontroversial 'Ayat-Ayat Setan'

Rushdie, (75), akan memberikan kuliah di Chautauqua Institution di barat New York tentang kebebasan artistik ketika Hadi Matar, (24) menyerbu ke atas panggung dan menusuknya berkali-kali.

Matar dari Fairview, New Jersey, mengaku tidak bersalah atas tuduhan percobaan pembunuhan dan penyerangan saat tampil di pengadilan pada Sabtu (13/8/2022), kata pengacara yang ditunjuk pengadilan, Nathaniel Barone.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Rushdie, penulis kelahiran India telah hidup dengan hadiah untuk nyawanya karena novelnya 1988-nya "The Satanic Verses" atau “Ayat-Ayat Setan” yang dipandang oleh beberapa Muslim sebagai penghujatan terhadap Islam. Pada 1989 pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa, atau dekrit, yang menyerukan pembunuhannya.

Nyawa Rushdie bahkan dihargai hingga USD3,3 juta oleh Yayasan Khordad ke-15, sebuah organisasi religius Iran yang kaya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini