Share

Pengakuan Kakek Rampok Pedagang Tempat Nasi Keliling: Kebutuhan Ekonomi

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2022 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 20 519 2651053 pengakuan-kakek-rampok-pedagang-tempat-nasi-keliling-kebutuhan-ekonomi-WyCIweFfOE.jpg Kakek pelaku perampokan pedagang tempat nasi keliling (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Kakek berinisial G (61) diamankan kepolisian usai menganiaya dan merampas uang Rp19 juta milik pedagang tompo atau tempat nasi dari anyaman bambu. Pelaku diketahui nekat merampok hasil dagangan Lasiran (65) karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Achmad Taufik menjelaskan, kepolisian berhasil mengungkap aksi kriminalitas ini, pasca viral unggahan adanya penganiayaan dan perampasan uang milik pedagang tompo. Dari unggahan itu, kepolisian turun tangan hingga akhirnya berhasil mengamankan kakek berinisial G pada Rabu 3 Agustus 2022 lalu.

"Saat tersangka pulang ke rumahnya, viral di media sosial dan laporan ke Polres Malang dilakukan pengejaran, dan malam itu juga membawa korban untuk memastikan tersangka ini," kata Achmad Taufik saat rilis di Mapolres Malang Kepanjen, pada Jumat (19/8/2022).

BACA JUGA:Polisi Pastikan Penembakan Gedung Bank di Cengkareng Bukan Perampokan 

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku berpura-pura memborong dagangan milik Lasiran dengan memberinya uang Rp500 ribu. Rayuan itu dilakukan saat keduanya bertemu di Jalan Raya Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang. Kemudian oleh G, Lasiran dibonceng dengan sepeda motor ke tempat sepi yang ada di dekat Milkindo.

"Sesampainya di sana uang dibawa penjual tompo direbut oleh tersangka, korban sebelumnya dipukuli, lalu uangnya diambil tersangka," ungkapnya.

BACA JUGA:Diduga Jadi Korban Perampokan, Pasutri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dapur Rumah 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Usai membawa kabur uang Rp19 juta dari korbannya, pelaku lantas meninggalkan Lasiran korbannya di sebuah tempat sepi. Pasca aksi perampasan ini, kemudian nasib korban diunggah oleh warga di sosial media sehingga berujung penyelidikan oleh kepolisian.

"Malam itu juga dilakukan penyelidikan dan diamankan. Uangnya masih utuh Rp19 juta," jelasnya.

Saat ditelusuri ternyata aksi kriminalitas yang dilakukan G sudah ketiga kalinya ia lakukan. Dua kali perbuatan kriminalitas lainnya dilakukan di Klojen, Kota Malang dengan perbuatan yang sama yakni perampokan.

"Pelaku ini residivis dua kali, pernah dilakukan di Kota Malang di Klojen, dipukul diambil uangnya. Melakukan dua kali ini," tuturnya.

Kepada awak media pelaku mengaku tak mengira bila uang yang diambilnya dari pedagang tempat nasi dari anyaman bambu berjumlah Rp19 juta. Pasalnya, ia hanya mengira bila pedagang tompo itu membawa uang, tetapi tidak sejumlah banyak itu.

"Nggak tahu jumlah uangnya, (jumlah uang Rp 19 juta) itu baru tahu saat ada di rumah," ucap G, saat dirilis di hadapan media.

Kakek warga Pagelaran, Kabupaten Malang ini mengaku terpaksa merampas uang jutaan rupiah milik pedagang tompo keliling karena terdesak kebutuhan ekonomi. Uang itu sedianya bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari karena penghasilannya sebagai buruh tani serabutan dan tukang ojek tidak mencukupi.

"Karena kebutuhan ekonomi," ujarnya.

Akibat perbuatannya kini G terancam kembali ketiga kali masuk penjara. Ia dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini