JAKARTA - Imperium Britania sempat menjadi imperium terbesar di dunia. Hampir sebagian wilayah di dunia pernah berada dalam wilayah jajahan dari imperium ini. Masa keemasan mereka dapat terjadi karena ditemukannya teknologi kapal uap dan telegraf yang memungkinkan Inggris, sebagai salah satu negara yang tergabung dalam imperium, untuk berkuasa hingga menjadi yang tak terkalahkan di lautan.
Inggris juga pernah menjadi negara paling dominan dalam perdagangan dunia. Negara ini pun menobatkan dirinya sebagai polisi dunia, yang selanjutnya dikenal sebagai Pax Britannica.
Indonesia pernah terjajah oleh Inggris dalam kurun waktu 1811 hingga 1816. Pada saat itu, Indonesia sedang berada di bawah kekuasaan pemerintahan Belanda. Mulanya Inggris hanya tertarik untuk melakukan perdagangan di Indonesia, khususnya di Ternate, Maluku. Namun seiring berjalannya waktu, Inggris ingin mengambil alih kedudukan Belanda atas Indonesia. Upaya tersebut pun berhasil dibawah pimpinan Thomas Stamford Raffles. Raffles berhasil merebut semua kekuasaan Belanda di Indonesia melalui penandatanganan perjanjian Tuntang pada 18 September 1811.
Selain Indonesia, ada beberapa negara di Asia yang juga pernah dijajah oleh Inggris. Sebagai negara jajahan, negara-negara itu sudah menyatakan kemerdekaannya dan beberapa lainnya menyatakan diri sebagai Negara Persemakmuran. 3 negara di Asia yang pernah dijajah Inggris pun berbatasan langsung dengan Indonesia di antaranya Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam. Berikut ulasannya:
Baca juga: Mengintip Muslim World League, Masjid Mungil di Tangah Hiruk Pikuk Kota London
1. Brunei Darussalam
Melansir dari Sindonews.com, masa kedudukan Inggris di Brunei dimulai pada tahun 1888 dan berakhir pada tahun 1984. Saat itu Inggris memanfaatkan dampak konflik antara Spanyol dan Brunei. Selama kolonialisme Spanyol, Brunei mengalami krisis penyebaran wabah penyakit kolera dan dilarang untuk menanamkan ajaran Islam. Bahkan setelah Spanyol meninggalkan Brunei, pemberontakan dan perpecahan masih saja terjadi. Salah satu pemberontakan yang terjadi adalah pemberontakan Sultan Omar Ali Saifuddin II.