Share

Indonesia dan 18 Negara Tolak Debat PBB Soal Pelanggaran HAM Uighur Xinjiang, Ini Alasannya

Nadilla Syabriya, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682798 indonesia-dan-18-negara-tolak-debat-pbb-soal-pelanggaran-ham-uighur-xinjiang-ini-alasannya-U73HSDPUrA.jpg Para pendemo menentang aksi pelanggaran HAM terhadap suku Uighur Xinjiang di China (Foto: Reuters)

JAKARTA - China dibanjiri berbagai kritik dari masyarakat internasional atas perlakuan mereka yang dianggap menindas sejumlah besar warga suku Uighur, kelompok minoritas Muslim, dengan menahan mereka di tempat-tempat khusus.

China telah mengakui ada tempat khusus di wilayah tersebut bagi suku Uighur. China bersikukuh bahwa itu adalah pusat pelatihan keterampilan kejuruan yang diperlukan untuk mengatasi ekstremisme. Negara itu membantah penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap anggota Uighur dan kelompok mayoritas Muslim lainnya berupa kejahatan tertentu terhadap kemanusiaan.

Suku Uighur atau Uyghur adalah salah satu bangsa minoritas resmi di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini merupakan keturunan dari suku kuno yang tersebar di Asia Tengah, menuturkan bahasa Uighur dan memeluk agama Islam, bahasa dan budaya dari kelompok etnis Han mayoritas Cina.

Baca juga:  Dukungan Internasional Menguat Bela Muslim Uighur di Xinjiang

Meskipun tidak mengatakan kata “genosida” tetapi kelompok-kelompok Uighur mendesak Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk membentuk komisi penyelidikan untuk memeriksa secara independen perlakuan terhadap warga Uighur. Minoritas lainnya di China meminta Kantor PBB untuk segera melakukan penilaian terhadap risiko kekejaman, termasuk genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang.

Baca juga: Laporan PBB: China Kemungkinan Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Xinjiang

Namun, Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah memilih untuk tidak memperdebatkan perlakuan terhadap Uighur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya di wilayah barat laut China Xinjiang. Bahkan setelah kantor hak asasi manusia PBB menyimpulkan bahwa pelanggaran di sana mungkin sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan China menutup rapat untuk mencegah penyelidikan lebih lanjut ke dalam situasi di Xinjiang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Banyak Negara yang mengatakan “tidak” atau menolak debat soal muslim Uighur di Xinjiang, China oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Markas PBB, Jenewa, Swiss. Bahkan negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia sekalipun.

Selain Indonesia yang menolak, ada 18 negara lainnya yang bersuara sama yaitu Bolivia, Kamerun, China, Kuba, Eritrea, Gabon, Pantai Gading, Kazakhstan, Mauritania, Namibia, Nepal, Pakistan, Qatar, Senegal, Sudan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Venezuela.

Alasan Indonesia memilih tidak karena negara ini tidak mau ada politisasi Dewan HAM yang digunakan untuk tujuan-tujuan terkait rivalitas politik.

“Hak asasi manusia tidak boleh digunakan sebagai dalih untuk membuat kebohongan dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain, atau untuk menahan, memaksa & mempermalukan orang lain,” ujar Hua Chunying, juru bicara urusan luar negeri China, dilansir Al Jazeera.

“Untuk negara-negara anggota Dewan untuk memilih menentang bahkan membahas situasi di mana PBB sendiri mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan mungkin telah terjadi membuat ejekan dari segala sesuatu yang Dewan Hak Asasi Manusia seharusnya perjuangkan,” Callamard mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah gagal dalam menjalankan tugas intinya, yaitu untuk melindungi para korban pelanggaran hak asasi manusia di manapun, termasuk di tempat-tempat seperti Xinjiang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini