Share

Kisah Pria Iran yang Tinggal di Bandara Paris Selama 18 Tahun hingga Ajal Menjemput

Susi Susanti, Okezone · Minggu 13 November 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 18 2706522 kisah-pria-iran-yang-tinggal-di-bandara-paris-selama-18-tahun-hingga-ajal-menjemput-2QIOetyXCv.jpg Pria Iran yang tinggal di bandara Paris selama 18 tahun meninggal dunia (Foto: AP)

PARIS - Terperangkap dalam masalah diplomatik, Mehran Karimi Nasseri menjadikan area kecil di bandara Roissy Charles de Gaulle, Paris, sebagai rumahnya pada 1988.

Seorang pejabat bandara mengatakan ke AFP, dia meninggal di bandara karena sebab alami. Pejabat mengatakan dia ditemukan dengan beberapa ribu euro yang dimilikinya.

Lahir pada 1945 di provinsi Khuzestan Iran, Nasseri pertama kali terbang ke Eropa untuk mencari ibunya.

Baca juga: Petugas Bandara Tangkap Penumpang yang Sembunyikan Pistol di Dalam Ayam Mentah

Dikutip BBC, dia menghabiskan beberapa tahun tinggal di Belgia. Dia juga telah diusir dari negara-negara termasuk Inggris, Belanda dan Jerman karena tidak memiliki dokumen imigrasi yang benar. Dia kemudian pergi ke Prancis, di mana dia menjadikan Terminal 2F bandara sebagai rumahnya.

Baca juga: Warga Paris Syok Setelah Mayat Bocah 12 Tahun yang Dibunuh Ditemukan dalam Kotak 

Tinggal di bangkunya yang dikelilingi oleh troli berisi barang-barang yang telah dia kumpulkan, dia menghabiskan hari-harinya menulis tentang hidupnya di buku catatan dan membaca buku serta surat kabar.

Kisahnya menarik perhatian media internasional dan menarik perhatian Stephen Spielberg, yang menyutradarai ‘The Terminal’, yang dibintangi Tom Hanks dan Catherine Zeta-Jones, pada 2004.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Setelah film tersebut dirilis, para jurnalis berbondong-bondong untuk berbicara dengan pria yang telah menginspirasi sebuah film Hollywood. Le Parisien melaporkan pada satu saat, Nazzeri, yang menyebut dirinya "Sir Alfred," memberikan hingga enam wawancara sehari.

Meskipun diberikan status pengungsi dan hak untuk tetap tinggal di Prancis pada 1999, namun dia lebih memilih inggal di bandara sampai 2006, ketika ia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Surat kabar Prancis Libération melaporkan dia kemudian menghabiskan waktu tinggal di asrama menggunakan uang yang dia terima untuk film tersebut.

Nasseri kembali ke bandara beberapa minggu yang lalu, lalu dia tinggal di sana sampai meninggal dunia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini