Suku Aztec, pada masa itu, memerintah di Meksiko Tengah. Kekaisaran P'urhépecha mencegah Aztec menjajah wilayah di utara dan barat.
Menurut Jahzeel Aguilera Lara, seorang ahli geografi dan peneliti di National Autonomous University of Mexico, Yácatas Tzintzuntzan atau 'tempat burung kolibri' adalah struktur piramida yang paling terpelihara di wilayah tersebut.
Selain belajar tentang arsitektur P'urhépecha, pengunjung lokasi bersejarah ini juga akan belajar tentang cara P'urhépecha memahami dunia dan pentingnya Danau Pátzcuaro bagi mereka.
Kekaisaran P'urhépecha memilih daerah ini karena sebuahu alasan, yaitu karena ini adalah danau kolosal dengan beberapa pulau yang dapat dihuni, ikan yang berlimpah, dan lanskap sekitarnya yang subur dengan pegunungan yang diselimuti pohon pinus.
Daerah ini begitu spektakuler sehingga P'urhépechas percaya bahwa danau itu adalah pintu gerbang ke surga.
"Ini adalah wilayah yang sangat penting bagi kemunculan P'urhépecha di negara bagian pra-Hispanik dalam sejarah," kata Sandra Gutiérrez De Jesus, seorang penduduk asli P'urhépecha sekaligus profesor Studi Amerika Latin dan studi Chicano'a di California Universitas Negeri, Los Angeles.
"Itu adalah skenario untuk pertemuan dan pertukaran gastronomi, budaya, dan bahasa," tuturnya.
Ketika Spanyol tiba di lembah Danau Pátzcuaro antara tahun 1521 dan 1522, mereka menangkap penguasa P'urhépecha dan memaksa kekaisaran untuk melepaskan kekuasaannya. Namun, seperti yang dijelaskan Pérez Montesinos, para sejarawan menganggap transisi ini lebih damai daripada pengepungan suku Aztec.
Orang-orang P'urhépecha diberi otonomi lebih dibandingkan Aztec. Elit P'urhépecha juga terus memiliki pengaruh dan otoritas atas wilayah tersebut.
"Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa izin atau izin dari elit P'urhépecha," kata Pérez Montesinos.
"Orang-orang Spanyol dianggap datang dan melakukan apa yang mereka inginkan di daerah ini, tapi sekarang kita tahu bahwa mereka selalu harus bertanya dan bernegosiasi dengan para elit P'urhépecha untuk tetap berkuasa," ucapnya.
Salah satu contoh yang diberikan Montesinos adalah Basílica de Nuestra Señora de la Salud, yang dibangun di Pátzcuaro sekitar tahun 1540.
"Pengetahuan awam menyebut Uskup Vasco De Quiroga membangun katedral itu, tapi sebenarnya dibangun oleh tangan orang-orang P'urhépecha," ucapnya .
Montesinos menjelaskan, orang Spanyol tidak harus menggunakan kerja paksa untuk membangun katedral karena komunitas P'urhépecha setuju untuk bekerja sama dan meminjamkan tenaga mereka.
"Ada narasi yang sangat dominan yang mencoba mengecilkan pencapaian orang-orang P'urhépecha dengan menyoroti bagaimana para biarawan Spanyol mengajari mereka membuat bangunan ini.
"Namun dalam menghadapi tantangan yang sangat menakutkan, P'urhépecha memasukkan hal-hal baru ke dalam hidup mereka untuk membuat sesuatu yang orisinal," kata Montesinos.
Saat kami berkeliling negara bagian Michoacán, saya mulai melihat sentuhan P'urhépecha dalam arsitekturnya.