Share

Sejak Perang Rusia Dimulai, WHO Catat 703 Serangan Terhadap Infrastruktur Kesehatan

Susi Susanti, Okezone · Selasa 22 November 2022 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 18 2712334 sejak-perang-rusia-dimulai-who-catat-703-serangan-terhadap-infrastruktur-kesehatan-6bc9XXD4Vh.jpg Perang Rusia-Ukraina terus berlanjut (Foto: Reuters)

JENEWA Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendokumentasikan 703 serangan terhadap infrastruktur kesehatan sejak invasi Rusia dimulai pada Februari lalu.

Hal ini diungkapkan WHO setelah memberikan peringatan jika kehidupan jutaan orang akan terancam di Ukraina pada musim dingin ini.

Dr Hans Henri P Kluge, Direktur regional WHO untuk Eropa mengatakan setengah dari infrastruktur energi Ukraina rusak atau hancur, dan 10 juta orang saat ini hidup tanpa listrik.

Dikutip BBC, peringatan itu datang saat salju turun di seluruh Ukraina dan suhu turun di bawah titik beku. Suhu diperkirakan akan turun hingga -20C (-4F) di beberapa daerah.

Baca juga: Usai Pasukan Rusia Mundur, Ukraina Klaim Temukan 4 Kamar Penyiksaan dan 63 Jenazah Warga Sipil dengan Tanda Bekas Disiksa 

Pekan lalu, Rusia menyerang lebih banyak instalasi energi dan bangunan sipil di salah satu pengeboman udara terberatnya selama perang.

Baca juga: Suhu Anjlok di Bawah Titik Beku, WHO Peringatkan Jutaan Nyawa Terancam di Ukraina pada Musim Dingin

Ini adalah taktik Rusia baru-baru ini setelah kemunduran di medan perang, dan dampaknya mulai terasa lebih parah saat musim dingin tiba.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang dulu menghasilkan lebih dari 25% listrik Ukraina, tidak lagi menghasilkan listrik. Serangan penembakan baru juga diketahui terjadi di sekitar PLTN selama akhir pekan.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengutuk serangan itu, mengatakan itu adalah "panggilan dekat" di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Pakar IAEA mengunjungi lokasi tersebut pada Senin (21/11/2022), dan badan tersebut mengatakan mereka menemukan kerusakan yang meluas, tetapi tidak ada masalah keselamatan atau keamanan nuklir segera.

Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan serangan itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini