Cianjur merupakan wilayah dengan karakter berbukit yang bergelombang hingga terjal karena berada di sisi tenggara Gunung Gede.
Ini pula yang menyebabkan terjadinya longsor di beberapa titik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (22/11/2022) malam menyatakan ada 12 kecamatan yang terdampak gempa, menyebabkan lebih dari 58.000 jiwa mengungsi.
Faktor kedua ialah penduduknya yang padat.
Gempa yang sama yang terjadi 20 tahun lalu, kata Irwan, dampaknya tidak akan sebesar saat ini.
Jumlah penduduk yang lebih padat membuat jumlah korban yang terdampak pun menjadi lebih besar.
Faktor ketiga adalah bangunan di wilayah terdampak memiliki struktur yang tidak tahan gempa.
“Banyak kerusakan terjadi karena stukturnya tidak disiapkan untuk itu,” kata Irwan kepada wartawan BBC News Indonesia, Nicky Aulia Widadio.
Menurut Irwan, hal itu terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakat tidak memahami risiko gempa yang mengintai di wilayah mereka.
“Kalau pun paham, mereka tidak menjadikan itu sebagai prioritas," lanjutnya.
“Saya melihat ada ketiga kemungkinan tersebut yang menyebabkan dampaknya begitu signifikan, entah yang mana yang paling berkontribusi, atau mungkin kombinasi ketiganya,” tambahnya.