Sejumlah korban gempa yang kehilangan rumahnya di Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Cianjur, mengaku “tidak tahu” bahwa kawasan tempat tinggalnya termasuk rawan bencana.
Rodiyah, 55, mengatakan gempa kali ini adalah “gempa paling besar” yang dia rasakan selama tinggal di Desa Cibereum.
“Dulu mah paling gempa biasa-biasa, kecil-kecil, enggak terasa. Tapi ini yang paling… Allahuakbar besar.. rumah juga roboh sampai tinggal di tenda darurat ini, baru sekarang terasa,” kata Rodiyah kepada wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham.
“Enggak [tahu], dari dulu juga enggak. Dari dulu suka lihat di TV, di sana gempa, banjir kita mah alhamdulillah, bersyukur. Ternyata sekarang musibah begini,” tuturnya.
Warga Desa Cibereum lainnya, Yani Mulyani, 55 mengaku tidak pernah ada edukasi kepada warga terkait mitigasi dan evakuasi ketika gempa bumi terjadi.
“Belum ada (edukasi). Memang ada gempa udah dua malam, namanya musibah kan kita enggak tahu. Enggak ada aba-aba tau-tau besar begitu,” ujarnya.