Selain itu, bibit siklon tropis 95S terpantau di Teluk Carpentaria, yang membentuk low level jet yang memanjang dari Laut Arafuru hingga Australia Utara bagian timur.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan gelombang laut di sekitar bibit siklon," kata Rifat.
Hujan lebat dan angin kencang bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Menurut BMKG, wilayah Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan statusnya siaga menghadapi dampak hujan lebat pada Kamis dan pada Jumat (2/12) giliran Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan yang statusnya siaga menghadapi dampak hujan lebat.
"Masyarakat di wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi tersebut diimbau untuk waspada jika beraktivitas di luar rumah," kata Rifat.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.