Share

Chile Waspada! Gunung Api Villarica Mulai Aktif Bergemuruh dan Semburkan Api

Susi Susanti, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 18 2721804 chile-waspada-gunung-api-villarica-mulai-aktif-bergemuruh-dan-semburkan-api-2udVoezMAc.jpg Gunung api di Chile mulai bergemuruh dan semburkan api (Foto: AFP)

PUCON - Gunung api Villarrica yang tertutup salju di Chile telah diguncang oleh gempa bumi dan menyemburkan api, membuat pihak berwenang waspada terhadap kemungkinan letusan di daerah indah yang menjadi tempat favorit para wisatawan.

Alvaro Amigo, Kepala Jaringan Pengawasan Vulkanik Nasional, mengatakan kepada AFP bahwa walaupun pihaknya tidak dapat memprediksi kapan gunung berapi akan meletus, namun kemungkinan itu tetap ada menurut penilaian harian aktivitas di lokasi tersebut.

Baca juga: Gunung Api Aktif Terbesar di Dunia Meletus Pertama Kalinya dalam 40 Tahun, Status Siaga Ditingkatkan

Amigo mengatakan gunung berapi itu berbahaya karena letusannya sering menyebabkan aliran batu dan lumpur vulkanik yang berbahaya dan karena memiliki populasi dan infrastruktur yang besar di sekitarnya"

 Baca juga: Keberadaan Gunung Api Bawah Laut Terbukti Secara Ilmiah dan Tercantum di Alquran

Sejak Oktober lalu, Gunung Villarrica setinggi 2.847 meter telah menjadi tempat ledakan gas dan peristiwa seismik, dengan tiang api setinggi 220 meter menyembur keluar dari danau lavanya.

Gunung berapi berlapis gletser menghadap ke kota Pucon itu memiliki populasi sekitar 28.000 orang yang tinggal hanya 15 km dari puncak.

Menurut angka resmi, danau dan hutan rimbun di kawasan itu merupakan daya tarik wisata yang populer dan sekitar 10.000 pengunjung mendaki Villarrica setiap musim panas.

"Hal tentang Villarrica adalah risikonya, karena banyak orang tinggal di daerah yang sangat terpapar potensi kerusakan dari gunung berapi tersebut,” kata ahli geofisika Cristian Farias.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Dia memperingatkan bahwa warga telah melupakan bahaya dari "apa yang bisa dilakukan Villarrica".

Para ahli membandingkan tingkat aktivitas saat ini dengan yang terlihat sebelum letusan sebelumnya pada 2015, ketika ledakan lava, gas, dan abu melesat 1,5 km ke udara, tidak menyebabkan kerusakan sebelum gunung berapi kembali tenang.

Letusan besar terakhir Villarrica terjadi pada 1984. Badan Geologi dan Pertambangan Nasional mengeluarkan peringatan kuning pada November lalu di empat kota yang dekat dengan puncak. Ini berarti tidak ada yang boleh datang dalam jarak 500 meter dari kawah. Badan tersebut juga telah menerapkan rencana evakuasi darurat dan pemantauan aktivitas gunung berapi secara real-time.

Peringatan kuning adalah langkah sebelum peringatan oranye, yang menunjukkan erupsi yang akan segera terjadi.

Menteri Pertambangan Marcela Hernando mengatakan hal ini untuk meyakinkan warga bahwa teknologi dan para ahli terus mengawasi 45 gunung berapi paling penting di Chile.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini