Share

Mantan Menlu AS Mike Pompeo: India dan Pakistan Nyaris Perang Nuklir Usai Saling Serang

Susi Susanti, Okezone · Kamis 26 Januari 2023 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 26 18 2753200 mantan-menlu-as-mike-pompeo-india-dan-pakistan-nyaris-perang-nuklir-usai-saling-serang-WjHchubeDE.jpg Mantan Menlu AS Mike Pompeo (Foto: Reuters)

INDIAMantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dalam memoar barunya menyatakan India dan Pakistan nyaris ‘perang nuklir’ pada Februari 2019.

Hal itu terjadi setelah Delhi melancarkan serangan terhadap militan di wilayah Pakistan menyusul serangan terhadap pasukan India di Kashmir.

Pakistan kemudian mengatakan telah menembak jatuh dua jet militer India dan menangkap seorang pilot pesawat tempur.

India dan Pakistan mengklaim seluruh Kashmir, tetapi hanya menguasai sebagian saja.

 BACA JUGA: Sekutu Putin: Kekalahan Rusia di Ukraina Akan Picu Perang Nuklir

India telah lama menuduh Pakistan mendukung militan separatis di lembah Kashmir – tuduhan yang dibantah oleh Islamabad. Tetangga bersenjata nuklir itu telah berperang tiga kali sejak kemerdekaan dari Inggris dan pemisahan pada 1947. Semua kecuali satu perang mengenai Kashmir.

 BACA JUGA: Bandingkan dengan AS, Putin Klaim Rusia Punya Senjata Nuklir Paling Modern dan Canggih di Dunia

Dalam buknya, ‘Never Give An Inch: Fighting for the America I Love’, Pompeo mengatakan dia tidak berpikir dunia benar-benar tahu seberapa dekat persaingan India-Pakistan yang meluas menjadi perang nuklir pada Februari 2019.

"Sebenarnya, saya juga tidak tahu persis jawabannya; saya hanya tahu jawabannya terlalu dekat," tulisnya, dikutip BBC.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pompeo mengatakan dia tidak akan pernah melupakan malam ketika dia berada di Hanoi pada pertemuan puncak bernegosiasi dengan Korea Utara tentang senjata nuklir ketika India dan Pakistan mulai saling mengancam sehubungan dengan perselisihan selama puluhan tahun atas wilayah perbatasan utara Kashmir.

Dia menjelaskan, setelah serangan terhadap pasukan India yang menewaskan lebih dari 40 tentara, serangan teroris Islam yang mungkin sebagian disebabkan oleh kebijakan kontra-teror Pakistan yang longgar telah menyebabkan India menanggapi dengan serangan udara di dalam Pakistan.

"Orang-orang Pakistan menembak jatuh sebuah pesawat dalam pertempuran udara berikutnya dan menahan pilot India sebagai tawanan,” terangnya.

Pompeo mengatakan dia dibangunkan di Hanoi untuk berbicara dengan "rekan" India, yang tidak disebutkan namanya.

“Dia percaya orang-orang Pakistan telah mulai mempersiapkan senjata nuklir mereka untuk serangan. India, dia memberi tahu saya, sedang mempertimbangkan eskalasinya sendiri,” lanjutnya.

"Saya memintanya untuk tidak melakukan apa-apa dan memberi kami waktu sebentar untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Pompeo menulis dia mulai bekerja dengan Penasihat Keamanan Nasional saat itu John Bolton yang bersamanya di fasilitas komunikasi kecil yang aman di hotel yang dia tempati.

Dia mengatakan dia menghubungi panglima militer Pakistan saat itu Jenderal Qamar Javed Bajwa, yang telah dihubunginya berkali-kali dan memberi tahu dia apa yang diberitahukan orang India kepada dirinya.

"Dia mengatakan itu tidak benar. Seperti yang diharapkan, dia yakin orang India sedang mempersiapkan senjata nuklir mereka untuk ditempatkan. Kami butuh beberapa jam - dan kerja yang sangat baik dari tim kami di lapangan di New Delhi dan Islamabad - untuk meyakinkan masing-masing pihak bahwa pihak lain tidak sedang mempersiapkan perang nuklir,” ungkapnya.

"Tidak ada negara lain yang akan melakukan apa yang kami lakukan malam itu untuk menghindari hasil yang mengerikan," ujarnya.

Sejauh ini baik India maupun Pakistan belum mengomentari klaim Pompeo.

Seperti diketahui, serangan pada 019 terhadap tentara India diklaim oleh sebuah kelompok yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM), dan India telah bersumpah untuk membalas.

Serangan udara India melintasi Garis Kontrol (LoC) yang membagi wilayah India dan Pakistan adalah yang pertama sejak perang tahun 1971. India mengatakan telah membunuh sejumlah besar militan tetapi Pakistan menyebut klaim itu "sembrono".

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini