3. Letnan Jenderal TNI Mar (Purn) Raden Mas Trusono
Purnawirawan perwira tinggi TNI AL, Letnan Jenderal TNI Mar (Purn.) Raden Mas Trusono, pernah menjabat Komandan Korps Marinir sejak 15 Juni 2016 sampai 23 Februari 2017. Saat itu, ia menggantikan Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana. Lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1985 ini menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan Denjaka Korps Marinir. Ketika naik pangkat menjadi Letnan Jenderal, ia dipromosikan menjadi Dansesko TNI periode 2017-2018. Setelah purna tugas di kemiliteran, saat ini Trusono disibukkan dengan kegiatan sosial. Kini ia memimpin Yayasan Sosial Bhumyamca (Yasbhum).
4. Letnan Jenderal TNI Mar (Purn) Muhammad Alfan Baharudin
Letnan Jenderal TNI Mar (Purn) Muhammad Alfan Baharudin adalah lulusan AKABRI tahun 1981. Alfan, yang mahir di bidang intelijen khusus (Intai Amfibi dan Detasemen Jala Mengkara), pernah memimpin Korps Marinir dengan menjabat sebagai Dankormar periode 2009-2012. Saat naik pangkat menjadi Letnan Jenderal, Alfan ditunjuk untuk memimpin Badan SAR Nasional periode 2012-2014. Setelah itu, ia pensiun dari militer. Selama berkarier di militer, Alfan pernah menjabat sebagai Komandan Denjaka, yang sebelumnya menjadi Wakil Komandan Denjaka dengan pangkat Mayor.
5. Letnan Jenderal TNI Mar (Purn.) Nono Sampono
Letnan Jenderal TNI Mar (Purn.) Nono Sampono memulai jabatan sebagai Dankormar pada 6 Juni 2006 sampai 12 Februari 2007. Nono kala itu menggantikan Mayjen TNI (Mar) Safzen Noerdin. Kemudian, ia ditunjuk menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI periode 2007-2011 dan naik pangkat menjadi Letnan Jenderal. Selesai menjabat sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI, Nono kembali dipercaya memegang jabatan penting lainnya, yaitu sebagai Kepala Badan SAR Nasional. Usai pensiun dari militer, Nono melebarkan kariernya ke dunia politik. Ia menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia selama 2 periode sejak 2017.