Senjata tajam itu dibawa oleh salah satu anak yang rupanya sudah tidak bersekolah. Sedangkan, yang lainnya masih sekolah kelas 8 dan kelas 9.
"Ada yang kelas 8 sama 9. Untuk yang membawa sajam dia sudah gak sekolah masih menggunakan seragam dan sudah diserahkan kepada orang tuanya untuk pembinaan di keluarga," ungkapnya.
Adapun alasan membawa senjata tajam itu hanya untuk berjaga-jaga. Selanjutnya, petugas membawa mereka ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor dan memanggil pihak sekolah yang bersangkutan.
"Bahasa mereka (bawa senjata tajam) untuk jaga-jaga, belum terjadi tawuran. Kita bawa ke sini (Disdik) kita hubungi pihak sekolah dan satu yang tidak sekolah kita kontek orang tuanya," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)