Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepenggal Kisah Sarwo Edhie Diperintah Soeharto untuk Menangkap Soebandrio

Faisal Haris , Jurnalis-Sabtu, 08 April 2023 |04:57 WIB
Sepenggal Kisah Sarwo Edhie Diperintah Soeharto untuk Menangkap Soebandrio
A
A
A

JAKARTA - Digadang-gadang sebagai penerus Soekarno, Soebandrio justru menjadi buronan kelas kakap para TNI Angkatan Darat pasca peristiwa G30SPKI.

Mengutip buku seri Tempo berjudul "Sarwo Edhie dan Misteri 1965", pada 11 Maret 1966, Soeharto memerintahkan Letnan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo dan Mayor Jenderal Kemal Idris untuk menangkap Wakil Perdana Menteri Soebandrio, seorang tokoh PKI yang juga tangan kanan Presiden Soekarno.

Sarwo sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan Kemal sebagai Kepala Staf Komando Cadangan Strategis (Kostrad) mengirim sebuah pasukan tanpa tanda pengenal ke Istana Merdeka untuk menyergap Soebandrio seusai sidang kabinet.

Rencana itu rupanya tercium pihak Istana. Cakrabirawa segera mengungsikan Soebandrio dan Presiden Soekarno ke Istana Bogor. Malamnya, tiga jenderal menyusul ke sana: Pangdam Jaya Brigjen Amir Machmud, Brigjen M. Yusuf, dan Brigjen Basuki Rachmat.

Diketahui juga pada saat itulah Soekarno menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret, yang secara de facto menyerahkan kendali pemerintahan kepada Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) Soeharto.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement