Saat masuk ruang UGD, dokter memberitahu kalau Zainuddin MZ sudah meninggal sekira pukul 09.20 WIB. “Ini baru pertama kalinya bapak jatuh pingsan, keluarga tidak tahu bapak ada jantung, kita juga tidak sempat mengobrol banyak dengan dokter,” ujarnya.
KH Zainuddin MZ, diakui Fikri memang kelelahan, dengan jadwal ceramahnya yang padat. Bahkan, selama bulan rajab KH Zaenudin kerap mengisi ceramah di banyak tempat. Bahkan terakhir kali, KH Zainudin MZ rencananya akan mengisi pengajian di Blitar, Jawa Timur, namun ia digantikan.
Nama KH Zainuddin MZ
Kependekan nama belakang MZ, kata Fikri, banyak yang mengira kepanjangan Muhammad Zein. Padahal, bukan demikian.
“Tetapi nama itu tidak benar, karena MZ adalah singkatan dari nama orangtua beliau yakni Turmuzi, kalau di Betawi dipanggil Mizi. Nah kalau nama Z, Zainabun. Jadi disambung jadi MZ,” katanya.
Nama asli KH Zainuddin MZ adalah Zainuddin Hamidi. Di akta kelahiran, nama beliau Zainuddin Hamidi dan nama MZ dari beliau sekolah sudah dipakai.
Rasa bangga dan hormat KH Zainuddin terhadap orangtuanya membuat dirinya memakai nama kakek dan neneknya di akhir namannya, kata Fikri.
(Arief Setyadi )