"Bantuan finansial untuk misalnya pemberian beasiswa, mereka kan terbentur masalah ekonomi juga, kalau orang tua (lebih) memilih anak lakinya melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, itu karena masih terbentur masalah ekonomi," katanya.
"Kalau engga kan ga ada masalah, bisa keduanya, (anak) laki laki dan perempuan. Ya mungkin (kita) akan ada (pemberian) program beasiswa di daerah-daerah," sambungnya.
Resita mengatakan, dengan terjun ke dunia politik, ia berharap dapat terlihat dalam setiap pembuatan kebijakan yang juga pro perempuan.
"Karena untuk kita masuk ke politik, kita tuh mempunyai hak untuk membuat undang undang kebijakan. Nah tentunya kebijakan yang seperti apa kebijakan yang pro perempuan," katanya.
"Kalau bukan kita yang memperjuangkan siapa gitu dan seperti mbak, tahu kan keterwakilan perempuan di politik masih sangat kurang gitu," sambungnya.
(Khafid Mardiyansyah)