Media Israel melaporkan anggota komunitas Druze menangis saat membawa peti jenazah melalui Majdal Shams, sedangkan beberapa berteriak marah kepada para menteri di sana.
Serangan pada Sabtu (27/7/2024) tersebut merupakan serangan paling mematikan di dalam dan sekitar perbatasan utara Israel sejak Oktober.
Serangan tersebut menghantam lapangan sepak bola di Majdal Shams, satu dari empat kota di Dataran Tinggi Golan tempat tinggal sekitar 25.000 anggota kelompok agama dan etnis Druze yang berbahasa Arab.
Kementerian luar negeri Israel mengatakan 10 dari 12 korban berusia antara 10 dan 16 tahun, dan belum merilis usia dua korban lainnya.
AFP melaporkan pada pemakaman di Majdal Shams pada Minggu (29/7/2024), pria-pria yang menangis mengenakan topi putih tradisional bertepi merah membawa 10 peti jenazah yang ditutupi kain putih melalui jalan-jalan yang padat.
Wanita-wanita yang mengenakan jubah abaya hitam menangis saat mereka meletakkan bunga di peti jenazah. Beberapa pelayat membawa foto-foto besar anak-anak yang meninggal.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.